Publik sepak bola internasional dibuat terkejut setelah Arab Saudi dikabarkan membatalkan rencana pembangunan NEOM Stadium yang ikonik. Stadion berkapasitas 46.000 penonton tersebut sebelumnya digadang-gadang akan berdiri megah di ketinggian 350 meter di atas permukaan tanah, terintegrasi langsung dengan atap kota futuristik The Line. Proyek ambisius ini sejak awal diproyeksikan menjadi salah satu mahakarya utama dalam menyambut gelaran akbar sepak bola dunia mendatang.

Namun, kendala biaya fantastis, kritik lingkungan, hingga tenggat waktu yang dinilai tidak realistis membuat proyek kota pintar tersebut menghadapi jalan terjal. Dilansir dari FourFourTwo, platform intelijen konstruksi MEED Projects kini mengategorikan proyek stadion tersebut sebagai status ditunda. Keputusan ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan suporter dan pengamat mengenai kesiapan infrastruktur turnamen yang digawangi oleh federasi pimpinan Gianni Infantino tersebut.

Sejak penunjukan kontroversial pada tahun 2023, persiapan tuan rumah Piala Dunia 2034 ini memang tidak pernah sepi dari sorotan tajam media. Proposal awal pencalonan sebenarnya mencakup 15 stadion baru maupun renovasi, termasuk rencana megah di kawasan NEOM yang kini terancam gagal total. Di tengah kucuran dana yang telah mencapai miliaran dolar, masa depan janji-janji manis pembangunan infrastruktur sepak bola modern di kawasan Timur Tengah kini berada dalam ketidakpastian serius.

Bagi para pencinta Manchester City dan penikmat sepak bola global, perkembangan ini menambah panjang daftar polemik di luar lapangan hijau. Tantangan besar kini menanti panitia pelaksana untuk membuktikan bahwa komitmen mereka terhadap pembangunan fasilitas berstandar tinggi tetap bisa ditepati tanpa harus mengorbankan visi futuristik yang telanjur diumumkan ke seluruh dunia.