Sebuah insiden tidak biasa terjadi dalam turnamen i9 Sports di Florida, Amerika Serikat, ketika seorang balita berusia tiga tahun justru harus berurusan dengan aparat kepolisian. Alih-alih merayakan penampilan gemilang sang anak di atas lapangan, pihak penyelenggara turnamen justru memanggil petugas keamanan untuk mengusir keluarga bocah tersebut dari area publik taman.

Berdasarkan rekaman kamera badan kepolisian yang dirilis pada hari Senin, perselisihan bermula ketika bocah bernama Nevada itu tampil terlalu dominan dibandingkan anak-anak sebayanya. Dalam video viral yang diunggah oleh orang tuanya, balita tersebut tampak dengan mudah melewati lawan-lawannya, mencetak banyak gol, dan kemudian tampak kebingungan saat Winter Park Police meminta keluarganya untuk meninggalkan lokasi setelah mereka merogoh kocek sekitar Rp4.650.000 untuk biaya pendaftaran liga.

Pihak penyelenggara berdalih kepada polisi bahwa sang anak kerap mendorong pemain lain dan orang tuanya memicu keributan setelah bocah tersebut sempat dicadangkan. "Anak itu bagus, sangat hebat. Jauh lebih maju dibanding yang lain, tapi dia mendorong anak-anak lain," ujar sang penyelenggara kepada aparat kepolisian yang bertugas di lokasi kejadian.

Di sisi lain, ibunda Nevada membantah tudingan tersebut dan menyebut bahwa pihak penyelenggara dan orang tua peserta lain merasa iri dengan kemampuan luar biasa anaknya. "Mereka marah pada anak saya karena dia benar-benar bisa bermain bola. Mereka mengeluarkannya dari sini karena dia terlalu bagus," keluh sang ibu kepada petugas yang datang menghampiri.

Beruntung, situasi tidak berujung pada penahanan karena pihak kepolisian menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk melakukan pengusiran paksa di taman umum tersebut. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa keluarga kooperatif, pertandingan telah usai, dan penyelenggara menawarkan pengembalian dana penuh, sementara petugas yang hadir sempat berseloroh ingin melihat bakat sang bocah karena penasaran.