Sembilan tahun lalu, Harry Kane berdiri di sudut belakang panggung London Palladium dengan tatapan penuh kekaguman. Saat itu, ia hanya bisa melihat para bintang lapangan hijau mengangkat trofi bergengsi sementara dirinya hanyalah penonton setia. Namun malam ini, di tempat bersejarah yang sama, cerita tersebut berbalik sepenuhnya ketika sang penyerang Bayern Munich resmi dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2026. Perjalanan panjang dari akademi hingga puncak dunia akhirnya terbayar lunas.

Sebelum malam puncak dimulai, sempat terjadi drama kebocoran profil pemenang di situs resmi yang sempat dihapus dan memicu penundaan acara. Di tengah keriuhan tersebut, ketajaman Harry Kane musim ini memang berada di level yang berbeda. Setelah memutuskan pindah dari Tottenham Hotspur dengan nilai transfer sekitar Rp2 Triliun pada 2023 lalu, ia menjelma sebagai mesin gol paling mematikan di Eropa dengan catatan 158 gol dari 156 pertandingan.

Dilansir dari ESPN FC, periode penilaian Ballon d'Or kali ini mencakup aksi impresif sang bomber dari Agustus 2025 hingga tuntasnya Piala Dunia Juli lalu. Selama kurun waktu tersebut, ia membukukan total 73 gol dari 65 pertandingan. Tidak hanya tajam secara individu, ia juga sukses mengawinkan gelar Bundesliga, DFB-Pokal, Piala Super Jerman, serta membawa Timnas Inggris finis di peringkat ketiga Piala Dunia dengan torehan enam gol.

Pencapaian luar biasa ini sekaligus memutus puasa gelar individu paling bergengsi bagi pemain asal Inggris. Sejak terakhir kali Michael Owen meraihnya pada tahun 2001, belum ada lagi pemain Inggris yang mampu berdiri di panggung tertinggi ini. Mantan manajernya, Jose Mourinho, pernah berujar bahwa sang penyerang memang selalu mematok standar setinggi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi untuk membangun status bintang dunia miliknya.

Kini, segala kerja keras, profesionalisme tanpa kompromi, dan keputusan berani meninggalkan zona nyaman demi memburu trofi telah berbuah manis. Dari pemain pinjaman yang sempat diragukan di masa lalu, sang kapten kini berdiri sejajar dengan legenda abadi sepak bola dunia. Tidak ada lagi tatapan penasaran dari sudut ruangan, karena seluruh pasang mata di auditorium kini tertuju padanya.