Tekanan besar tengah menggelayuti pundak skuad Inter Milan jelang matchday ketiga fase liga Champions League. Pelatih kepala Cristian Chivu secara terbuka meluapkan uneg-unegnya terkait ekspektasi tidak realistis yang kerap dialamatkan kepada tim asuhannya di kancah Eropa.

Meski masih memuncaki klasemen sementara Serie A, Nerazzurri justru belum meraih satupun poin di panggung Champions League musim ini. Mereka menelan kekalahan beruntun dari Real Madrid dan Club Brugge, memperpanjang catatan negatif dengan tujuh kekalahan dari delapan laga terakhir di kompetisi elite benua biru tersebut.

Chivu menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak sempurna dan enggan dilabeli sebagai skuad yang sempurna. Namun, ia menyoroti beban psikologis yang harus dipikul anak asuhnya setiap kali turun ke lapangan hijau menghadapi tekanan publik yang begitu masif.

"Ada perasaan bahwa Inter memiliki kewajiban untuk menang di tempat di mana tim lain tidak memilikinya, dan itu tidak sehat," ujar Chivu dalam sesi konferensi pers jelang duel melawan Shakhtar Donetsk, dilansir dari Football Italia.

Menghadapi Shakhtar Donetsk di kandang sendiri, allenatore asal Rumania itu meminta anak asuhnya untuk segera move on dan fokus menatap masa depan. Ia juga menegaskan siap pasang badan dan mengambil tanggung jawab penuh atas segala kekurangan yang ditampilkan La Beneamata sejauh ini.