Bentrokan antara Paris Saint-Germain dan Barcelona diprediksi bakal menjadi salah satu pertunjukan paling memikat di fase liga Champions League musim ini. Kedua kesebelasan melangkah ke pekan ketiga dengan status sebagai dua tim teratas di klasemen sementara, mendominasi daftar pencetak gol terbanyak tanpa ada rival lain yang mampu menyaingi ketajaman lini depan mereka sejauh kampanye ini bergulir.
Musim lalu, raksasa Prancis tersebut keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 2-1 saat bersua di fase serupa. Pasukan yang dibesut oleh Luis Enrique itu bahkan melaju mulus hingga merengkuh gelar juara kasta tertinggi Eropa untuk tahun kedua secara beruntun. Keperkasaan lini serang kedua klub juga terlihat jelas di kancah domestik maupun Eropa, di mana statistik xG dan rasio gol per pertandingan menempatkan mereka tepat di bawah Bayern Munich dalam jajaran klub elite lima liga top Eropa.
Kedalaman skuad menjadi kunci utama di balik konsistensi performa kedua kubu. Di kubu Paris, rotasi pemain terbukti berjalan sangat efektif ketika mereka sukses membungkam Strasbourg 3-1 meski melakukan delapan pergantian pemain dari starter yang tampil di panggung Eropa tiga hari sebelumnya. Sementara itu, Blaugrana juga memperkuat daya gedor mereka musim ini lewat kehadiran amunisi baru yang mendatangkan kecepatan serta variasi serangan luar biasa di lini depan.
Sisi emosional dan aroma reuni semakin membakar atmosfer pertandingan melalui sosok Luis Enrique. Juru taktik asal Spanyol itu memiliki sejarah panjang bersama klub Catalan, baik sebagai pemain andalan dari 1996 hingga 2004 maupun ketika mempersembahkan treble pada musim 2014-2015. Tak hanya sang pelatih, perpindahan pemain lintas klub seperti kepindahan penyerang tajam ke ibu kota Prancis turut menambah bumbu tersendiri dalam sejarah rivalitas modern kedua tim.
Dominasi individu pemain dari kedua kubu pun tak terbantahkan di panggung global. Pada daftar 30 nomine peraih Ballon d'Or mendatang, tercatat puluhan pemain bintang dari kedua klub mendominasi daftar prestisius tersebut, termasuk keajaiban remaja Barcelona yang menjadi salah satu kandidat terkuat. Duel akbar ini bukan sekadar perebutan tiga poin di klasemen, melainkan panggung pembuktian siapa yang benar-benar layak menyandang status tim paling superior di benua biru saat ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang