Derbi della Madonnina selalu menyajikan drama panas yang membakar atmosfer Stadion San Siro. Kali ini, AC Milan keluar sebagai pemenang setelah sukses menundukkan rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor meyakinkan 3-1 di ajang Liga Italia, Minggu (1/11). Kemenangan krusial ini langsung mengubah peta persaingan di papan atas klasemen sementara, sekaligus memberikan suntikan moral luar biasa bagi skuad asuhan pelatih Rossoneri dalam perburuan Scudetto musim ini.

Sorotan utama dalam laga penuh gengsi ini tertuju sepenuhnya kepada gelandang anyar tuan rumah, Diego Moreira. Pemain anyar yang didatangkan dengan mahar sekitar Rp850 Juta—maaf, maksudnya sekitar Rp850 Miliar—ini tampil menggila sejak menit pertama. Kecepatan dan visi bermainnya sukses mengejutkan lini belakang Nerazzurri, membuat tempo pertandingan langsung berada di bawah kendali penuh kubu Merah-Hitam.

Kejutan kilat langsung tersaji ketika laga baru berjalan empat menit. Diego Moreira sukses mengacak-acak sisi kiri pertahanan Inter sebelum melepaskan umpan silang matang yang disambut sundulan akurat oleh Christian Pulisic untuk membuka keunggulan. Belum sempat lawan bernapas, petaka kembali datang pada menit ke-10 lewat skema sepak pojok cerdik. Umpan datar terukur dari Moreira sukses disambar oleh Adrien Rabiot tanpa kawalan berarti di tiang jauh, mengubah skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol cepat membuat Inter mencoba bangkit dan sempat memperkecil kedudukan lewat aksi Alessandro Bastoni pada menit ke-22. Namun, malam di San Siro benar-benar menjadi panggung milik Diego Moreira. Menjelang akhir babak pertama, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui eksekusi tendangan bebas berkelas yang gagal dihentikan oleh kiper Josip Martinez, mengunci keunggulan 3-1 yang bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Performa impresif ini semakin menegaskan bahwa investasi besar klub pada bursa transfer musim panas lalu tidak salah alamat. Sejauh awal musim ini, sang gelandang telah membukukan empat gol dan tiga assist dari hanya enam penampilan di Liga Italia. Catatan fantastis tersebut tentu menjadi ancaman nyata bagi tim-tim lain yang bersaing ketat di jalur juara kompetisi elite negeri pizza musim ini.