Derbi della Madonnina di Stadion San Siro mendadak menjadi panggung magis bagi Diego Moreira. Gelandang anyar AC Milan tersebut sukses menjadi aktor utama di balik kemenangan gemilang 3-1 atas rival sekota Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia, Minggu (1/11) dini hari WIB. Hasil krusial ini langsung mendongkrak kepercayaan diri skuad asuhan pelatih dalam persaingan ketat papan atas klasemen musim ini.

Kejutan kilat langsung tersaji ketika laga baru berjalan 10 menit di hadapan pendukung sendiri. Gempuran awal Rossoneri membuahkan hasil manis lewat gol cepat dari Christian Pulisic pada menit keempat. Umpan matang dari Moreira berhasil disundul dengan sempurna setelah ia mengacak-acak sisi kiri pertahanan Inter. Tak lama berselang di menit ke-10, giliran Adrien Rabiot yang mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan sepak pojok akurat dari sang gelandang kreatif.

Meski Inter sempat memberikan sinyal kebangkitan lewat gol balasan Alessandro Bastoni pada menit ke-22 yang memperkecil kedudukan menjadi 1-2, mentalitas Milan sama sekali tidak runtuh. Menjelang turun minum, Diego Moreira kembali mencuri perhatian publik San Siro. Eksekusi tendangan bebas terukurnya meluncur mulus tanpa mampu dihentikan oleh kiper Josip Martinez, sekaligus mengembalikan keunggulan dua gol bagi tuan rumah.

Keunggulan 3-1 tersebut ternyata bertahan hingga peluit panjang babak kedua dibunyikan oleh wasit. Tambahan tiga poin penuh ini menegaskan dominasi taktik Milan sekaligus menjadi pukulan telak bagi Nerazzurri di kandang sendiri. Perubahan ritme permainan dan efektivitas lini tengah terbukti menjadi kunci utama keberhasilan Rossoneri meredam agresivitas lawan sepanjang 90 menit pertandingan.

Performa luar biasa ini sekaligus membuktikan bahwa investasi besar klub tidak salah alamat. Didatangkan pada bursa transfer musim ini dengan mahar senilai sekitar Rp850 Juta (sebesar €50 Juta) yang mencatatkan rekor penjualan termahal Strasbourg, sang pemain langsung membuktikan kualitasnya. Catatan impresif dengan mengoleksi empat gol dan tiga assist dari enam laga awal di Liga Italia menegaskan kapasitasnya sebagai gelandang top Eropa yang siap membawa timnya terbang tinggi.