Stadion Olimpico bergemuruh ketika Jose Mourinho kembali menyapa publik abadi Kota Roma dalam lanjutan fase liga Champions League. Namun, malam penuh nostalgia itu hampir berubah menjadi mimpi buruk bagi sang juru taktik asal Portugal bersama Real Madrid yang sempat tertinggal jauh dari perlawanan sengit tuan rumah.

Babak pertama menjadi petaka murni bagi Los Blancos. Keunggulan taktik dari kubu lawan membuat lini pertahanan raksasa Spanyol kocar-kacir hingga tertinggal dengan skor 3-1. Tanpa ragu, Mourinho langsung pasang badan di ruang ganti dan mengakui bahwa performa buruk tim pada paruh pertama sepenuhnya merupakan kesalahan strategi yang ia terapkan di lapangan.

Memasuki paruh kedua, juru taktik berpengalaman itu melakukan perjudian besar dengan menarik keluar beberapa pilar utama, termasuk Vinicius Junior yang sempat menunjukkan kekesalannya saat digantikan. Keputusan berani tersebut terbukti jitu ketika para pemain pengganti mengubah total jalannya pertandingan dengan determinasi tinggi.

Hanya dalam rentang waktu tujuh menit yang menegangkan, gelombang serangan Madrid menghancurkan mental tuan rumah. Gol demi gol tercipta lewat aksi pemain pengganti sebelum akhirnya sundulan mematikan di menit ke-90 memastikan kemenangan dramatis 4-3 dan mengamankan tiga poin penuh untuk tim tamu.

Di balik ketegangan di atas lapangan, atmosfer emosional sempat mewarnai awal laga ketika Curva Sud memberikan penghormatan megah berupa spanduk khusus bagi sang mantan pelatih. Sambutan hangat tersebut menegaskan bahwa jasa besar sang pelatih dalam mempersembahkan trofi Eropa tidak akan pernah dilupakan oleh publik Olimpico.