Ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah atau yang dikenal sebagai Porprov Jawa Tengah harus diselimuti awan hitam menyusul kepergian dua atlet berbakat dari cabang olahraga yang berbeda. Kompetisi akbar yang melibatkan lebih dari 7.000 atlet dari 35 kabupaten/kota ini mendadak berubah menjadi duka mendalam bagi dunia olahraga regional, terutama jelang persiapan menuju PON 2028.
Kabar duka pertama datang dari kawasan perairan ketika atlet selam laut asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, berjuang di nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter. Berdasarkan keterangan Kanitreskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, korban sempat melambaikan tangan sebelum akhirnya dievakuasi oleh panitia pertandingan karena diduga mengalami kehabisan napas di area Awann Costa.
Belum reda rasa terkejut dari arena selam, insiden pilu kembali terjadi dua hari berselang menimpa kontingen Kota Semarang. Ayudiah Rivana Tridiandinata, seorang atlet pencak silat yang bertanding di nomor tarung kelas A 45-50 kg, harus berpulang setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat cedera patah jari tengah.
Ketua KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto, menjelaskan bahwa sang atlet sempat mendapatkan tindakan operasi pada Selasa setelah mengalami cedera saat bertanding pada hari Senin. Namun takdir berkata lain, nyawa atlet muda berbakat tersebut tidak tertolong dan menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu pagi.
Rangkaian peristiwa tragis ini tentu menjadi evaluasi besar bagi penyelenggaraan pesta olahraga yang berlangsung di wilayah Semarang Raya meliputi Semarang, Salatiga, Demak, dan Kendal. Kehilangan dua pejuang olahraga di tengah arena kompetisi meninggalkan lubang besar dan duka abadi bagi insan olahraga tanah air.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang