Persaingan ketat di Liga Voli Korea Selatan musim 2026/2027 dipastikan bakal semakin memanas setelah bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, resmi memutuskan untuk meninggalkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks. Kepindahan pevoli berprestasi ini ke klub rival berat, Hyundai Hillstate, otomatis mengubah status pertemanan mereka di atas lapangan menjadi rival sengit yang memburu kemenangan demi gengsi klub.

Mantan rekan setimnya yang kini tetap bertahan di kubu Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Vanja Bukilic, secara terbuka mengakui sudah mengantongi celah untuk meredam ketajaman sang opposite andalan tersebut. Kedua pemain ini sebelumnya pernah bahu-membahu membawa skuad asal Daejeon tersebut mencatatkan prestasi gemilang sebagai runner-up, sebuah pencapaian terbaik klub sejak terakhir kali menjadi juara pada musim 2011/2012 silam.

Dalam sesi wawancara terbarunya, pevoli asal Serbia itu melontarkan candaan penuh percaya diri mengenai strategi psikologis yang akan ia terapkan saat berhadapan langsung dengan Megawati di area net. Dilansir dari CNN Indonesia, Bukilic menyebut bahwa kedekatan mereka selama semusim penuh justru memberikan keuntungan tersendiri untuk membaca arah serangan dan merusak fokus sang bintang.

"Mega dan saya sudah sama-sama tahu satu sama lain. Kalau saya bisa mengganggu konsentrasinya, kami akan memiliki kemungkinan memenangi pertandingan," kata Bukilic sembari tertawa lepas menanggapi bentrokan tim yang bakal segera tersaji di kompetisi domestik.

Meski ditinggal oleh mesin pencetak poin andalannya, Bukilic menegaskan bahwa atmosfer di dalam skuad Daejeon JungKwanJang Red Sparks saat ini tetap berada dalam koridor positif dan penuh optimisme tinggi. Seluruh pemain dilaporkan siap beradaptasi di bawah komando pelatih kepala baru mereka, Kwon Soon Chan, demi mempertahankan mentalitas sebagai salah satu kekuatan paling ditakuti di liga voli Korea.