Krisis melanda Espanyol setelah manajemen klub mengambil keputusan tegas untuk memecat pelatih Manolo Gonzalez. Keputusan pahit ini diambil manajemen menyusul kekalahan memalukan yang dialami klub La Liga tersebut dari tim kasta keempat, Sestao River, di ajang Copa del Rey. Dilansir dari ESPN FC, Sestao sukses mencetak dua gol di babak tambahan, termasuk gol dramatis pada menit ke-121 yang memastikan kemenangan 4-3 dan menyingkirkan Los Pericos di putaran pertama.

Sebelum insiden memalukan di Piala Raja tersebut, pelatih berusia 47 tahun ini sebenarnya sudah berada di bawah tekanan besar akibat rentetan hasil negatif di kompetisi domestik. Kekalahan 2-1 dari tim promosi Racing Santander membuat klub yang berbasis di Barcelona ini terbenam di zona degradasi klasemen sementara La Liga. Tren negatif semakin diperparah dengan catatan tanpa kemenangan dalam lima pertandingan liga terakhir, di mana mereka baru meraih dua kemenangan di semua kompetisi musim ini.

Rentetan hasil buruk melawan tim lemah dari kasta bawah akhirnya menjadi batas kesabaran bagi kelompok pemilik klub, Velocity Sports Limited (VSL). Grup investasi yang dipimpin oleh pengusaha asal Amerika Serikat, Alan Pace, dan didukung oleh investor termasuk mantan bintang NFL J.J. Watt, tidak memberikan toleransi atas penurunan performa drastis ini. Tekanan terhadap dewan direksi memuncak setelah performa buruk tim terus berlanjut tanpa adanya tanda-tanda kebangkitan taktik.

Pemecatan Manolo Gonzalez ini menjadikan dirinya sebagai manajer kedua yang didepak oleh VSL dalam kurun waktu empat hari saja. Sebelumnya, klub Championship Inggris yang juga berada di bawah kepemilikan grup tersebut, yakni Burnley, juga telah memecat pelatih Nicky Hayen menyusul kekalahan telak 4-1 dari Lincoln City. Burnley sendiri saat ini masih kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik mereka setelah terdegradasi dari Premier League musim lalu dan baru mengemas satu kemenangan dari 12 laga awal.

Bagi Espanyol, pergantian kursi kepelatihan ini menjadi pertaruhan besar demi menyelamatkan musim mereka dari ancaman degradasi beruntun. VSL, yang mengambil alih kepemilikan mayoritas klub Catalan tersebut pada Oktober 2025 dari perusahaan asal Tiongkok Rastar Group, tentu menuntut reaksi instan dari skuad. J.J. Watt sebagai figur publik terkemuka dalam kelompok kepemilikan ini sebelumnya sering terlihat mendukung tim secara langsung, kini harus menyaksikan klub investasinya berada dalam fase turbulensi yang cukup mengkhawatirkan.