Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, kini harus menelan pil pahit setelah diperkirakan kehilangan pemasukan luar biasa besar akibat sebuah kontroversi. Dilansir dari Forbes, penyerang asal Prancis tersebut diprediksi kehilangan cuan hingga sekitar Rp544 miliar dari berbagai kepentingan bisnis menyusul pernyataannya yang memicu kemarahan publik di China terkait mantan pemimpin mereka, Mao Zedong.
Sebelum badai kontroversi ini menghantam, eks juru gedor Paris Saint-Germain itu diproyeksikan meraup pemasukan fantastis sebesar Rp1,8 triliun pada musim ini. Rinciannya mencakup sekitar Rp1,27 triliun dari aksi di atas lapangan hijau, sementara sisanya berasal dari produk komersial serta kerja sama sponsor global yang kini mulai rontok satu persatu.
Gelombang pemutusan kontrak kerja sama datang silih berganti dari korporasi raksasa Negeri Tirai Bambu. Perusahaan minuman Dongpeng memutus kontrak per Selasa (27/10) karena tidak menoleransi sentimen anti-China, disusul oleh produsen susu Mengniu serta perusahaan keju Milkground yang kompak mencabut dukungan finansial mereka dari sang pemain.
Kemarahan publik China dipicu oleh komentar penyerang andalan Timnas Prancis tersebut yang menyebut Mao Zedong sebagai seorang diktator. Di sisi lain, masyarakat luas di sana memandang sang tokoh revolusioner sebagai bapak pendiri Republik Rakyat China modern yang sangat dihormati sejarahnya.
Dampak ekonomi dan penyiaran dari kasus ini juga merembet luas ke berbagai sektor media massa lokal. China Media Group bahkan mengambil langkah tegas dengan memboikot serta menghentikan segala bentuk siaran pertandingan sepak bola maupun iklan komersial yang menampilkan sosok sang bintang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang