Kasus pendekatan ilegal yang dilakukan oleh Barcelona kepada penyerang Atletico Madrid akhirnya menemui titik terang dari otoritas sepak bola Spanyol. Dilansir dari BBC Sport, raksasa Catalan tersebut harus menerima kenyataan usai dijatuhi sanksi finansial ringan akibat dinilai melanggar prosedur dalam mendekati sang bomber. Keputusan ini lahir menyusul laporan resmi yang dilayangkan oleh manajemen Los Rojiblancos ke federasi sepak bola Spanyol, yang merasa geram karena rival langsung mereka di pentas La Liga tersebut melakukan kontak diam-diam tanpa pemberitahuan tertulis sebelumnya.
Federasi sepak bola Spanyol menjatuhkan denda sebesar 602 Euro atau sekitar Rp10,2 Juta kepada Barcelona menyusul aduan tersebut. Sebelumnya, Atletico Madrid juga sempat membawa permasalahan ini ke meja FIFA, namun badan tertinggi sepak bola dunia itu menyatakan tidak memiliki yurisdiksi atas kasus sanksi administratif domestik ini. Situasi tersebut tentu menjadi catatan tersendiri dalam tensi persaingan ketat papan atas liga domestik musim ini, di mana kedua klub tengah berjuang memperebutkan tahta tertinggi klasemen.
Di sisi lain, penyerang asal Argentina yang menjadi pusat drama ini sedang berada dalam fase emosional yang cukup berat bersama klubnya. Sang pemain sempat menjadi sasaran cemoohan dari suporter sendiri sepanjang musim akibat wawancara kontroversial di musim panas lalu, di mana ia sempat mengutarakan impian masa kecilnya untuk mengenakan seragam Blaugrana. Tekanan dari tribun sempat membakar situasi, membuat hubungan antara sang penyerang dan pendukung setia Los Colchoneros sempat merenggang cukup tajam.
Kendati demikian, angin segar mulai berhembus akhir pekan lalu ketika sang penyerang sukses mencetak gol penentu kemenangan krusial atas Deportivo La Coruna. Gol tersebut tidak hanya memangkas jarak poin skuad asuhan Diego Simeone menjadi hanya terpaut dua angka saja dari pemuncak klasemen sementara, tetapi juga mencairkan suasana di stadion. Sambutan hangat berupa standing ovation dari sebagian tribun langsung menyambutnya selepas peluit panjang dibunyikan, menandakan awal mula rekonsiliasi yang dinanti.
Selepas pertandingan penting tersebut, sang pemain langsung menggunakan kesempatan di depan media untuk melontarkan permintaan maaf terbuka kepada suporter Atletico. Ia secara kesatria mengakui bahwa pernyataannya di masa lalu adalah sebuah kekeliruan besar dan sangat memahami kemarahan yang dirasakan oleh para pendukung setia. Kini, fokus utama penyerang berusia 26 tahun tersebut adalah mengembalikan ketajaman di lapangan hijau demi membantu tim meraih kejayaan musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang