Badan sepak bola dunia FIFA bersiap menggelontorkan dana fantastis sebesar USD 6,35 miliar atau setara dengan sekitar Rp98,4 triliun untuk pengembangan sepak bola periode 2027 hingga 2030. Berdasarkan dokumen yang dirilis, setiap asosiasi nasional diproyeksikan bakal menerima suntikan dana masif yang melonjak drastis dari USD 10 juta menjadi USD 25 juta atau sekitar Rp387,5 miliar.

Langkah strategis ini diambil menyusul kesuksesan komersial luar biasa dari turnamen akbar Piala Dunia dengan format 48 tim. Dilansir dari ESPN FC, dana cadangan finansial yang didistribusikan bahkan melampaui angka USD 3,5 miliar atau sekitar Rp54,2 triliun demi mendongkrak kualitas infrastruktur dan prestasi di 211 negara anggota.

Di tengah rencana pembagian dana jumbo ini, situasi politik di tubuh federasi pimpinan Gianni Infantino tengah memanas. Para petinggi sepak bola Eropa dikabarkan mulai mencari figur kandidat kuat untuk menantang sang presiden dalam pemilihan ulang tahun depan menyusul berbagai polemik investasi privat sebelumnya.

Rencana finansial jangka panjang tersebut rencananya akan difinalisasi oleh dewan FIFA pada Desember 2026 mendatang. Keputusan final ini nantinya masih harus menunggu lampu hijau dari Kongres FIFA ke-77 yang dijadwalkan bakal berlangsung pada Maret 2027.

Selain menggelontorkan dana besar untuk asosiasi anggota, otoritas tertinggi bola sejagat itu juga berkomitmen mengalirkan dana sebesar USD 99 juta atau sekitar Rp1,5 triliun bagi masing-masing dari enam konfederasi benua. Fokus utama dari aliran dana segar ini diarahkan khusus untuk mengakselerasi pembinaan sepak bola usia muda serta sepak bola wanita.