Pundit Sky Sports, Jon Wilkin, melontarkan kritik pedas terhadap regulasi turnamen Piala Dunia Rugby yang dinilainya sangat cacat. Kecaman ini muncul setelah England berada di ambang sejarah buruk tersingkir pada fase grup turnamen akbar tersebut. Situasi pelik ini membuat tensi persaingan di grup mendadak memanas dan menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan pengamat olahraga internasional.

Meskipun sukses memetik kemenangan meyakinkan 34-12 atas Papua Nugini, skuad asuhan Brian McDermott masih dihadapkan pada skenario yang nyaris mustahil. Mereka sebelumnya membutuhkan margin kemenangan hingga 68 poin demi menyalip posisi Samoa di Pool B dan C. Kegagalan mendulang selisih gol masif pada laga pembuka kini harus dibayar mahal oleh skuad The Three Lions di panggung global.

Krisis yang dialami Inggris tidak lepas dari perombakan struktur turnamen yang dipangkas dari 16 menjadi 10 peserta setelah Australia mengambil alih status tuan rumah. Wilkin menyebut format kompetisi saat ini sangat tidak adil dan tidak masuk akal karena meniadakan babak perempat final. Situasi tersebut memaksa tim unggulan langsung melakoni duel hidup-mati sejak pekan pertama penyisihan grup.

Selain menyoroti regulasi, persiapan logistik tim juga menjadi sorotan tajam setelah rute perjalanan melelahkan yang ditempuh pemain sebelum turnamen. Perjalanan panjang dari Inggris transit ke Singapura lalu Sydney sebelum tiba di Perth dinilai memicu jet-lag parah. Kondisi fisik yang tidak optimal langsung berbuah kekalahan fatal 12-30 dari Tonga pada laga perdana.

Kendati demikian, Wilkin tetap memberikan pembelaan kepada pelatih kepala Brian McDermott dan menyarankan agar ia diberi kesempatan melanjutkan kursi kepelatihan. Namun, perbaikan total pada struktur manajemen dan perencanaan logistik dinilai harga mati agar kejadian serupa tidak terulang. Nasib Inggris kini sepenuhnya berada di ujung tanduk dan bergantung pada hasil akhir laga penentuan antara pesaing grup.