Kegagalan menyakitkan di kancah Eropa ternyata tidak membuat Roma kehilangan arah. Pelatih kepala Gian Piero Gasperini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah meragukan kapasitas mental anak asuhnya untuk segera bangkit. Keyakinan itu terbukti nyata ketika Serigala Ibukota sukses mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas Genoa dalam lanjutan kompetisi Serie A di akhir pekan ini.

Pertandingan kontra Genoa sama sekali tidak berjalan mudah bagi sang tuan rumah. Selepas kekalahan dramatis 3-4 dari Real Madrid, lini pertahanan Roma sempat dibuat kewalahan menghadapi bola-bola panjang lawan di paruh pertama. Namun, perubahan taktik jitu di babak kedua mengubah jalannya laga. Gol perdana dari rekrutan anyar Santiago Castro serta aksi gemilang produk akademi Emanuele Lulli sukses mengunci tiga poin penuh di kandang sendiri.

Kemenangan penting ini sekaligus menandai pencapaian manis berupa kemenangan ke-300 di ajang Serie A sepanjang karier kepelatihan sang juru taktik. Selain itu, start impresif ini tercatat sebagai awal musim terbaik klub dalam 12 tahun terakhir. Menariknya, pelatih melakukan hingga tujuh perubahan susunan pemain dari laga tengah pekan, terpaksa merotasi skuad akibat badai cedera yang menimpa pilar utama seperti Paulo Dybala serta akumulasi kartu.

Gasperini mengakui bahwa kekalahan menyakitkan dari raksasa Spanyol meninggalkan luka mendalam karena timnya sempat mendominasi laga selama satu jam sebelum akhirnya kecolongan lewat situasi bola mati. Evaluasi ketat langsung dilakukan di ruang ganti, dan energi kekecewaan tersebut berhasil disalurkan secara positif saat menghadapi perlawanan alot taktik disiplin dari skuad asuhan Daniele De Rossi di lapangan.

Ujian konsistensi berikutnya sudah menanti di depan mata bagi skuad asuhan pelatih berpengalaman tersebut. Jadwal padat menuntut fokus maksimal karena mereka harus segera bersiap menjamu Slovan Bratislava di pentas Liga Champions, sebelum akhirnya melakoni lawatan tandang menantang ke markas Napoli pada akhir pekan mendatang.