Kampanye pemilihan ulang Gianni Infantino sebagai orang nomor satu di tubuh sepak bola dunia kini memasuki babak krusial. Sang Presiden FIFA dijadwalkan terbang ke Jepang untuk menggelar pertemuan tertutup dengan petinggi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di sebuah hotel mewah di Tokyo demi mengamankan dukungan suara penting.
Langkah diplomasi ini diambil tak lama setelah Infantino melontarkan permintaan maaf terbuka kepada dewan pimpinan FIFA di Zurich, Swiss. Permintaan maaf tersebut terkait kesalahan fatal dalam menyusun rencana penjualan hak komersial Piala Dunia senilai USD 4,2 miliar atau sekitar Rp65 Triliun yang akhirnya terpaksa dibatalkan akibat tekanan masif dari berbagai pihak Eropa.
Meski sempat mendapat penolakan keras dari Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, peta kekuatan di Asia tampaknya mulai mencair. Berdasarkan pantauan terbaru, suara negara-negara Asia terbelah namun berpotensi menjadi penentu utama bagi Infantino untuk mengamankan mayoritas dari total 211 federasi anggota dalam kongres pemilihan mendatang.
Di sisi lain, gelombang oposisi paling tajam justru datang dari kawasan Eropa yang terus menuntut transparansi penuh atas manuver bisnis kontroversial tersebut. Sebagai respons atas kritik bertubi-tubi, Infantino menawarkan investigasi independen yang terbuka terkait tata kelola dan mekanisme pengambilan keputusan di dalam tubuh federasi internasional.
Hingga saat ini, proses konsolidasi suara terus berjalan ketat menjelang agenda rapat lanjutan dewan pimpinan yang dijadwalkan berlangsung di Doha. Dukungan dari sejumlah negara kunci di Asia, termasuk Qatar yang sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, akan menjadi benteng pertahanan krusial bagi ambisi masa jabatan keempat sang pemimpin.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang