Kekalahan menyakitkan dari sang rival abadi di ajang Liga Spanyol memaksa Hansi Flick harus memutar otak lebih keras demi mengembalikan performa terbaik tim asuhannya. Pelatih asal Jerman tersebut blak-blakan mengakui bahwa masalah fisik menjadi biang keladi di balik kegagalan timnya meredam perlawanan sang tamu dalam duel sarat gengsi di Camp Nou. Dilansir dari CNN Indonesia, hasil minor ini sekaligus menjadi noda hitam pertama yang mencoreng catatan impresif Blaugrana sejak awal musim kompetisi berjalan.

Dalam pertandingan pekan ke-10 tersebut, Barcelona dibuat tak berkutik setelah dua gol dari kubu lawan hanya mampu dibalas satu kali melalui aksi Raphinha di atas lapangan. Tekanan bertubi-tubi dari lini serang lawan membuat lini pertahanan tuan rumah kewalahan sepanjang jalannya babak pertama. Meskipun sempat menunjukkan perbaikan performa usai turun minum, energi para pemain dinilai sudah terkuras habis untuk bisa membalikkan keadaan secara penuh di sisa waktu pertandingan.

Flick sendiri tidak menutup-nutupi kekecewaannya usai peluit panjang berbunyi menandakan akhir pertandingan yang memilukan bagi publik tuan rumah. Menurut analisis sang juru taktik, kebugaran fisik yang tidak berada di level seratus persen membuat ritme permainan timnya jauh di bawah standar normal. Ia juga menyoroti bagaimana lawan mampu memanfaatkan kelengahan kecil di lini belakang untuk mengonversi sedikit peluang menjadi gol penentu kemenangan krusial di kandang lawan.

Meski harus menelan pil pahit untuk pertama kalinya setelah melalui sepuluh pertandingan liga tanpa tersentuh kekalahan, posisi puncak klasemen sementara masih berada di dalam genggaman Robert Lewandowski dan kolega. Namun, jarak poin yang semakin rapat dengan para pesaing terdekat tentu memberikan alarm bahaya bagi ambisi besar klub dalam memburu mahkota juara musim ini. Konsistensi permainan akan kembali diuji pada pekan-pekan berikutnya ketika jadwal padat mulai menghantui perjalanan skuad utama.

Waktu istirahat selama satu pekan kini menjadi modal utama bagi jajaran pelatih untuk memulihkan kebugaran fisik serta mengembalikan energi mental para pemain sebelum turun kembali ke lapangan hijau. Ujian berikutnya sudah menanti saat bertandang menghadapi Alaves pada awal bulan depan demi memastikan tren negatif ini tidak berlanjut menjadi krisis panjang. Evaluasi menyeluruh langsung digeber agar kesalahan mendasar tidak kembali terulang pada laga-laga krusial selanjutnya di kompetisi domestik maupun Eropa.