Panggung megah London Palladium Theatre mendadak bergemuruh ketika nama Harry Kane diumumkan sebagai pemenang Ballon d'Or terbaru, menggantikan Ousmane Dembele. Penyerang timnas Inggris ini keluar sebagai yang terbaik dalam salah satu edisi paling menegangkan dalam sejarah penghargaan individu paling prestisius tersebut, menyisihkan pesaing terberatnya, Lamine Yamal. Dilansir dari Marca, keputusan ini kembali membuat Spanyol gigit jari meski sukses menjuarai Piala Dunia, mengingatkan kita pada memori pahit tahun 2010 silam saat Lionel Messi mengungguli Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.
Sebanyak 100 jurnalis terpilih dari 100 negara peringkat teratas FIFA yang menjadi dewan juri memberikan suaranya berdasarkan performa individu luar biasa sepanjang periode 1 Agustus 2025 hingga 31 Juli 2026. Kriteria pertama mengenai performa personal di atas lapangan jauh lebih diutamakan ketimbang trofi kolektif. Walaupun Yamal unggul dalam hal raihan kolektif Piala Dunia, ketajaman luar biasa penyerang andalan Bayern Munchen di level klub dan tim nasional tidak mampu dibendung oleh para voters.
Malam penobatan di kota tempat kelahirannya sendiri terasa semakin emosional bagi sang bomber yang kini berusia 33 tahun. Ditemani oleh sang istri tercinta Katie Goodland serta kedua orang tuanya di tribun penonton, ia akhirnya bisa mengangkat trofi Ballon d'Or pertama dalam kariernya setelah sebelumnya sukses mengoleksi dua Sepatu Emas Eropa. Perjalanan kariernya yang sempat dicap minim trofi kini resmi terkubur, terutama sejak ia memutuskan merantau ke Jerman tiga setengah tahun lalu.
Secara kolektif, sang kapten sukses merengkuh treble winner domestik bersama Die Roten yang meliputi Piala Super Jerman, DFB-Pokal, serta titel Bundesliga, ditambah torehan tempat ketiga di Piala Dunia bersama skuad The Three Lions di mana ia menyumbangkan enam gol dari tujuh laga. Sementara itu dari segi individu, performanya benar-benar berada di level alien: mulai dari Sepatu Emas Eropa, top skor Bundesliga dengan 36 gol untuk ketiga kalinya secara beruntun, hingga masuk dalam susunan Tim Terbaik Liga Champions UEFA musim ini.
Catatan statistik gol penyerang haus gol ini sepanjang musim benar-benar mencengangkan para pengamat sepak bola internasional. Ia membukukan total 73 gol dari 65 pertandingan bersama klub dan negara, sebuah rekor yang hanya mampu dilewati oleh Lionel Messi ketika mencetak 82 gol pada musim 2011/2012. Selain itu, koleksi 61 gol bersama Bayern di semua kompetisi menyamai level ketajaman Cristiano Ronaldo di Real Madrid pada musim 2014/2015, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu predator paling mematikan di era modern.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang