Badai masalah kembali menghantam dua raksasa Skotlandia setelah banding resmi mereka ditolak mentah-mentah. Baik Celtic maupun Rangers harus menerima kenyataan pahit untuk menjalani laga kandang Scottish Cup mendatang secara tertutup tanpa penonton. Hukuman ini dijatuhkan menyusul kerusuhan suporter yang mencoreng jalannya laga panas di Ibrox Stadium musim lalu.
Dilansir dari Sky Sports, selain sanksi laga kandang tertutup, kedua klub juga gagal lolos dari kewajiban membayar denda masing-masing sebesar £100.000 atau setara dengan sekitar Rp2 Miliar kepada lawan tanding mereka. Meskipun demikian, ada sedikit angin segar karena ancaman sanksi laga tertutup kedua yang sebelumnya mengintai jika terjadi kerusuhan susulan akhirnya resmi dicabut oleh otoritas sepak bola Skotlandia.
Insiden kelam tersebut bermula dari bentrokan antarsuporter di atas lapangan hijau Ibrox Stadium pada babak perempat final musim lalu. Situasi kian tak terkendali ketika kembang api dan berbagai benda berbahaya dilemparkan, yang berujung pada penangkapan 43 orang oleh kepolisian setempat serta cederanya sejumlah aparat penegak hukum yang bertugas di lapangan.
Sebuah laporan independen yang dipimpin oleh Mark Blackbourne mengungkapkan fakta mengecewakan mengenai potensi jatuhnya korban jiwa akibat aksi desak-desakan dan kekerasan ekstrem. Laporan tersebut menyebutkan bahwa masuknya suporter ke dalam lapangan merupakan tindakan yang tidak dapat dimaafkan, yang kemudian memicu reaksi agresif dan konfrontatif dari kubu pendukung tuan rumah di bawah pengawasan ketat pihak keamanan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang