Badai masalah kembali menghantam dua raksasa Skotlandia setelah banding yang mereka ajukan resmi ditolak mentah-mentah oleh Federasi Sepak Bola Skotlandia (SFA). Keputusan ini memastikan bahwa Celtic dan sang rival sekota harus melakoni laga kandang Scottish Cup mendatang tanpa dukungan suporter di stadion. Hukuman tegas ini dijatuhkan menyusul kerusuhan suporter yang mencoreng jalannya laga perempat final musim lalu di Ibrox, di mana atmosfer panas berujung pada tindakan anarkis di atas lapangan hijau.
Dilansir dari BBC Sport, kericuhan parah tersebut melibatkan aksi lempar kembang api serta berbagai benda berbahaya yang membuat sejumlah aparat kepolisian mengalami cedera. Berdasarkan catatan pihak berwajib, tidak kurang dari 43 orang telah ditangkap akibat insiden kelam itu. Laporan independen yang dipimpin oleh Mark Blackbourne pada bulan Juli lalu bahkan menyimpulkan bahwa situasi tersebut nyaris berujung pada bentrokan massa yang jauh lebih besar dan berbahaya bagi keselamatan publik.
Selain menggelar pertandingan kandang secara tertutup, kedua klub raksasa ini juga diwajibkan membayar kompensasi finansial sebesar masing-masing £100,000 atau setara dengan sekitar Rp2 Miliar kepada klub tamu pada laga kandang Scottish Cup mereka. Sanksi berat ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memperbaiki sistem keamanan stadion. Di sisi lain, tribunal memutuskan untuk membatalkan hukuman percobaan larangan penonton tambahan yang sebelumnya sempat diancamkan jika terjadi pelanggaran susulan.
Tekanan terhadap federasi dan kedua klub memang berada di titik puncak menyusul kritik tajam dalam laporan independen yang menilai SFA terlalu longgar dalam menangani masalah suporter. Atmosfer sepak bola Skotlandia belakangan ini memang semakin memperketat regulasi keamanan, termasuk kesepakatan pada bulan September lalu untuk melarang suporter tandang hadir dalam seluruh laga bertajuk Old Firm derby di ajang kompetisi domestik SPFL musim ini.
Bagi Rangers dan sang rival abadi, ketiadaan suporter di kandang sendiri tentu menjadi kerugian besar dari sisi psikologis pemain maupun pemasukan tiket. Konsentrasi manajemen kini harus dialihkan pada pembenahan total internal klub agar insiden memalukan yang mencoreng sejarah sepak bola Skotlandia tersebut tidak pernah terulang kembali di masa depan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang