Malam spesial menanti Inter Milan di Santiago Bernabeu. Pasukan Simone Inzaghi akan menghadapi Real Madrid di laga pembuka Liga Champions, Kamis (19/9) dini hari WIB. Duel ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan ujian kekuatan Nerazzurri di panggung Eropa.

Jose Mourinho, yang kini menangani Fenerbahce, menyebut laga ini sebagai 'benturan spesial'. Pria yang akrab disapa The Special One itu pernah membawa Inter meraih treble winner pada 2010, termasuk mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champions. "Tidak ada ruang untuk hati di atas lapangan," ujarnya. Mourinho juga menyinggung soal jadwal yang padat, menyindir bahwa 'algoritma' penjadwalan seolah dibuat oleh orang Italia.

Cristian Chivu, yang kini menjadi asisten pelatih di Inter, mengaku berutang budi kepada Mourinho. "Saya tidak meniru dia," tegas Chivu. "Saya punya prinsip sendiri." Chivu pernah menjadi anak asuh Mourinho di Inter dan merasakan treble 2010. Kini, ia berdiri di sisi lain, berusaha membantu Inter mengatasi Real Madrid yang selalu lapar gelar.

Di kubu Inter, Lautaro Martinez menegaskan bahwa target utama adalah trofi Si Kuping Besar. "The cub is the target," ujarnya singkat. Namun, Inter harus kehilangan Federico Dimarco yang cedera, digantikan oleh Carlos Augusto. Sementara itu, Real Madrid yang dilatih Carlo Ancelotti tetap menjadi favorit, terutama dengan prediksi Opta yang menempatkan Arsenal dan Bayern Munich sebagai unggulan.

Di Italia, Juventus mendapat pukulan telak. Kapten Manuel Locatelli harus menjalani operasi meniskus. Yang lebih mengkhawatirkan, ada kekhawatiran kerusakan lebih lanjut pada lututnya. Jika benar, Locatelli bisa absen hingga tiga bulan. Ini menjadi mimpi buruk bagi Bianconeri yang sudah kehilangan sembilan pemain karena cedera, termasuk Boga yang mengalami cedera otot.

Pelatih Juventus, Thiago Motta, kini harus mengandalkan Douglas Luiz dan Teun Koopmeiners, dua pemain yang sempat disebut 'sisa' dari bursa transfer. Direktur olahraga Cristiano Giuntoli pun menyindir situasi ini: "Saya lihat pemain yang saya rekrut sekarang dibutuhkan."

Sementara itu, Fiorentina melakukan perubahan di bangku cadangan. Vanoli kembali dipercaya, menggantikan posisi yang ditinggalkan. Para pendukung Viola menyambut baik keputusan ini. Dengan formasi 4-3-3, Vanoli diharapkan mampu membawa Fiorentina bangkit setelah awal musim yang kurang memuaskan.