Kosta Runjaic mengungkapkan kekecewaannya setelah Udinese menelan kekalahan 2-1 dari Lazio di Stadion Friuli. Pelatih asal Jerman itu menilai cedera yang menimpa Jakub Piotrowski dan Oumar Solet di babak pertama menjadi titik balik pertandingan. Kedua pemain harus ditarik keluar sebelum jeda, memaksa Udinese menghabiskan dua slot pergantian pemain lebih awal.
"Kami kehilangan Piotrowski dan Solet dan kami membayar mahal untuk dua perubahan itu, karena kami kehilangan dua slot pergantian, jadi saya ragu," ujar Runjaic kepada DAZN, dikutip TuttoMercatoWeb. "Lazio bermain baik, mereka tim kuat dan mereka membeli pemain-pemain hebat. Mereka memulai sebagai favorit. Kami bisa saja meraih satu poin, tapi mereka pantas mencetak setidaknya satu gol."
Pertandingan berjalan ketat sejak awal. Udinese sempat unggul lebih dulu melalui gol Jesper Karlstrom di awal babak kedua. Namun, Lazio membalas lewat Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson, membalikkan keadaan untuk kemenangan tim tamu. Kekalahan ini membuat Udinese tertahan di papan tengah klasemen Serie A, sementara Lazio terus menempel ketat posisi Eropa.
Runjaic juga menjelaskan keputusannya menarik Keinan Davis di babak kedua. Pelatih berusia 54 tahun itu tidak ingin mengambil risiko terhadap striker andalannya, terlebih ketika Udinese kesulitan menguasai bola. "Kedua tim lelah, tapi kami harus menghormati kualitas mereka dan kami tidak bisa memiliki penguasaan bola yang kami inginkan. Saya tidak ingin mengambil risiko dengan Davis dan perubahan di babak pertama mempengaruhi kami," tambahnya.
Lebih lanjut, Runjaic mengakui bahwa Udinese tidak memiliki pengganti alami untuk Davis. Ia menyebut rekrutan musim panas, James Abankwah, masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tempo Serie A. "Abankwah masih harus beradaptasi dengan kecepatan Serie A dan dalam hal pergantian, Lazio lebih unggul," jelasnya.
Dengan hasil ini, Udinese harus segera bangkit jika ingin bersaing di kompetisi Eropa. Sementara itu, Lazio di bawah asuhan Gennaro Gattuso menunjukkan kualitasnya sebagai tim papan atas. Runjaic pun mengakui bahwa timnya masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal kedalaman skuad dan antisipasi cedera.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang