Performa impresif yang ditunjukkan oleh Joey Pelupessy bersama skuad Garuda menuai banyak sorotan positif dari berbagai kalangan pengamat sepak bola tanah air. Pemain berpengalaman ini terbukti menjadi pilar yang tidak tergantikan di lini tengah, bahkan harus bertarung habis-habisan hingga babak tambahan waktu 120 menit saat menghadapi Thailand di partai puncak turnamen.

Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, menilai bahwa ketergantungan yang terlalu tinggi terhadap pemain berusia 33 tahun tersebut bisa menjadi bumerang bagi Timnas Indonesia dalam agenda internasional ke depan. Faktor akumulasi kartu kuning, risiko cedera, hingga kelelahan fisik akibat jadwal padat menuntut adanya rotasi dan kehadiran pemain pelapis yang memiliki kualitas setara di atas lapangan hijau.

Berdasarkan analisis performa di kompetisi domestik, nama gelandang muda milik Borneo FC, Rivaldo Pakpahan, disebut-sebut sebagai salah satu opsi paling rasional untuk mengisi posisi vital tersebut. Karakter permainan pemain berusia 23 tahun itu dinilai sangat cocok untuk mengemban tugas sebagai penyeimbang lini tengah Garuda dan memberikan kedalaman skuad yang lebih baik bagi pelatih kepala.

Tidak hanya posisi gelandang bertahan, lini sentral secara keseluruhan juga memerlukan perhatian serius dari juru taktik John Herdman dalam menyambut agenda pertandingan berikutnya. Keberadaan pemain kreatif seperti Thom Haye dipandang masih membutuhkan sosok pelapis sepadan agar ritme permainan tim tidak anjlok ketika melakukan pergantian pemain di tengah ketatnya intensitas laga.

Di sisi lain, opsi alternatif di lini serang dan second line juga turut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim pelatih nasional. Kehadiran pemain-pemain dengan karakter pembeda seperti Egy Maulana Vikri tetap diakui memberikan warna tersendiri, meskipun masalah konsistensi stamina dalam 90 menit penuh masih menjadi catatan tersendiri yang harus terus diasah demi prestasi Merah Putih.