Badai kritik yang sempat menerpa Vinicius Junior di awal musim ini perlahan mulai mereda berkat dukungan penuh dari sang juru taktik. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dengan tegas menyatakan bahwa penyerang asal Brasil tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja untuk kembali menemukan ketajaman terbaiknya di atas lapangan hijau. Penyerang lincah ini memang baru mencetak satu gol dari sembilan penampilan di semua kompetisi, sebuah catatan yang sempat memicu tanda tanya besar dari publik Santiago Bernabeu.

Titik balik kebangkitan emosional tersebut terlihat jelas ketika Los Blancos sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Villarreal. Masuk sebagai pemain pengganti, Vinicius sebenarnya sempat mencatatkan namanya di papan skor sebelum dianulir wasit dan berujung kartu merah akibat insiden menarik rambut pemain lawan. Meski diwarnai kontroversi, Jose Mourinho menilai pendekatan taktik baru yang ia terapkan untuk melindungi sang pemain telah berhasil mengembalikan kepercayaan diri serta senyuman yang sempat hilang dari wajah sang bintang.

Dukungan publik Bernabeu saat pemanasan menjadi momen krusial yang membakar kembali semangat juang pemain bernomor punggung tersebut. Di sisi lain, Jose Mourinho juga memberikan peringatan keras kepada klub-klub peminat penyerang muda Endrick yang gencar memburu tanda tangannya pada bursa transfer mendatang. Pelatih asal Portugal itu memastikan bahwa pemain berusia 20 tahun tersebut tidak akan dijual maupun dipinjamkan karena memiliki peran vital dalam rencana jangka panjang tim ibu kota Spanyol.

Endrick sendiri sempat mengalami hambatan awal musim akibat cedera otot yang memaksanya absen selama sebulan penuh usai masa peminjaman suksesnya di Lyon. Kendati baru mencatatkan waktu bermain yang sangat minim sekembalinya dari ruang perawatan, sang pelatih menegaskan komitmennya untuk melindungi aset berharga klub dari incaran tim-tim raksasa Eropa lain. Dilansir dari ESPN FC, ketegasan sang pelatih dalam mengelola ruang ganti kini menjadi sorotan utama dalam upaya mempertahankan stabilitas performa tim di level tertinggi.