Badai besar tengah menerpa ruang ganti Juventus setelah rentetan hasil minor di kancah domestik semakin mengkhawatirkan. Direktur klub, Giovanni Carnevali, dikabarkan langsung turun tangan memberikan pidato bernada keras kepada para pemain di Continassa. Langkah tegas ini diambil menyusul kekalahan memalukan 0-2 dari Genoa yang membuat posisi Si Nyonya Tua semakin terpuruk di papan Serie A.

Situasi Bianconeri memang kian memprihatinkan dalam perburuan Scudetto musim ini. Dilansir dari Football Italia, Juventus sudah menelan tiga kekalahan dari sembilan pertandingan awal liga, sebuah catatan buruk yang membuat mereka kini tertinggal 11 angka di belakang Inter Milan dan Lazio yang nyaman menguasai puncak klasemen sementara. Tekanan hebat dari manajemen memaksa skuad untuk segera berbenah sebelum situasi benar-benar lepas kendali.

Menanggapi situasi krusial ini, pelatih Luciano Spalletti tidak tinggal diam dan langsung mengambil keputusan drastis. Didukung penuh oleh jajaran petinggi klub, sang allenatore memerintahkan seluruh skuad untuk menjalani pemusatan latihan tertutup alias training retreat. Kebijakan ini diberlakukan mulai Jumat, 30 Oktober, dan akan berlangsung selama dua hari penuh menjelang laga big match akhir pekan.

Selama masa isolasi tersebut, para pemain diwajibkan berlatih secara intensif di pusat latihan klub dan langsung menginap di hotel milik klub selepas sesi latihan hari Jumat serta Sabtu. Keputusan disiplin ketat ini diharapkan mampu mengembalikan fokus mental para penggawa Juventus yang tengah menurun drastis akibat tekanan publik dan hasil lapangan yang jauh dari kata memuaskan.

Ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata ketika Juventus harus menjamu Napoli di Allianz Stadium, Turin, pada hari Minggu mendatang. Laga kandang ini diprediksi menjadi pertaruhan besar bagi masa depan tim asuhan Luciano Spalletti, di mana kemenangan adalah harga mati jika mereka tidak ingin semakin tertinggal dalam persaingan ketat zona atas.