Atmosfer panas langsung menyelimuti Continassa setelah Juventus harus menelan pil pahit di kandang sendiri akhir pekan kemarin. Kekalahan telak 3-0 dari Lazio membuat tribun Allianz Stadium bergemuruh dengan tuntutan pemecatan bagi sang allenatore, sementara sebagian suporter mulai meneriakkan nama pelatih papan atas lainnya yang sedang menganggur.

Hasil minor di kancah domestik musim 2026-27 ini memang kontras dengan awal meyakinkan mereka di kompetisi Eropa. Si Nyonya Tua kini tertinggal delapan poin penuh dari pemuncak klasemen Serie A hanya dalam kurun waktu tujuh pertandingan awal, sebuah situasi yang membuat manajemen klub harus berpikir cepat meredam kepanikan publik.

Kendati desas-desus pemecatan kencang berhembus, laporan media-media olahraga terkemuka di Italia menyebutkan bahwa jajaran direksi klub masih memberikan proteksi penuh kepada Luciano Spalletti. Dilansir dari Football Italia, para petinggi klub meyakini bahwa mantan pelatih timnas Italia tersebut merupakan figur paling ideal untuk mengangkat performa tim dari lubang jarum.

Di sisi lain, isu kepulangan Antonio Conte yang santer diperbincangkan di luar lapangan ternyata sama sekali tidak menjadi bahan diskursus di ruang rapat petinggi klub. Manajemen memilih fokus memberikan kepercayaan penuh kepada Spalletti, meski media lokal mendeskripsikannya sebagai bentuk dukungan yang sifatnya masih sementara waktu.

Sebagai langkah responsif, sang pelatih langsung memimpin pertemuan internal bersama para pemain dan staf pelatih untuk menjernihkan suasana. Bek tangguh Gleison Bremer dikabarkan telah meminta maaf setelah sebelumnya sempat melontarkan kritik tajam kepada rekan setimnya yang dianggap bersembunyi di lapangan.

Ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata kala Bianconeri menjamu Rennes di ajang Liga Europa pada Kamis malam, sebelum melawat ke markas Lecce akhir pekan nanti. Pertandingan tersebut wajib dimenangkan jika tidak ingin posisi sang juru taktik semakin berada di ujung tanduk.