Air mata haru tak terbendung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, ketika Kadek Yasa sukses menorehkan tinta emas untuk Timnas Indonesia. Tampil tanpa beban di partai puncak cabang olahraga para atletik Asian Para Games 2026, atlet muda berusia 18 tahun ini tampil begitu luar biasa di nomor lempar cakram putra F57.
Perjuangan luar biasa tersebut membuahkan hasil manis ketika lemparannya meluncur sejauh 49,75 meter dan mengamankan sekeping medali emas. Tidak hanya sekadar naik podium tertinggi, catatan jarak tersebut sekaligus memecahkan rekor dunia miliknya sendiri yang sebelumnya berada di angka 48,68 meter saat berlaga di Meksiko pada Juli 2026.
Pencapaian sensasional ini sontak mendongkrak posisi kontingen Merah Putih di papan atas klasemen sementara ajang multicabang olahraga penyandang disabilitas terbesar di Asia tersebut. Keberhasilan Kadek Yasa sekaligus menjadi medali emas perdana dari cabang para atletik sekaligus emas kedua bagi Indonesia di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
Ditemui usai pertandingan, debutan Asian Para Games ini mengakui bahwa kunci suksesnya adalah tampil lepas tanpa tekanan psikologis berlebih. Rasa percaya diri yang tinggi di lapangan membuat performa teknik lemparannya mencapai titik maksimal di hadapan para pesaing dunia.
Bagi Kadek Yasa, rekor dunia dan medali emas bergengsi ini memiliki makna emosional yang sangat mendalam bagi kehidupannya pribadi. Sambil menitikkan air mata, ia mendedikasikan seluruh pencapaian bersejarah ini sebagai bentuk bakti kepada kedua orang tuanya, terutama sang ayah tercinta.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang