Kementerian Pemuda dan Olahraga mencatat sejumlah capaian signifikan dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di bawah kepemimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, transformasi besar dimulai dari penyederhanaan regulasi birokrasi serta penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menggenjot prestasi nasional.
Terobosan fundamental dilakukan dengan menderegulasi 191 Peraturan Menpora menjadi hanya empat Permenpora saja. Jumlah pasal dipangkas sekitar 60 persen dari 1.500 menjadi 600 pasal guna menghilangkan aturan tumpang tindih serta mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Peningkatan tata kelola ini beriringan dengan lonjakan prestasi atlet di berbagai ajang internasional. Kontingen Timnas Indonesia sukses menempati peringkat kedua pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan 91 medali emas, mengulangi pencapaian ketika tidak menjadi tuan rumah sejak 30 tahun silam.
Momentum kebangkitan juga merambah lapangan hijau ketika Timnas Indonesia keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Keberhasilan ini menegaskan bahwa fondasi pembinaan sepak bola nasional mulai berjalan pada jalur yang tepat.
Pemerintah kini memandang sektor olahraga bukan lagi sekadar pos pengeluaran anggaran, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk menggerakkan perekonomian nasional. Dengan sistem yang semakin terukur, Kemenpora optimistis fondasi menuju Olimpiade dan prestasi dunia akan semakin kokoh.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang