Musim 2026-27 English Football League (EFL) baru berjalan sebulan, tapi sudah menyajikan kejutan yang bikin para pengamat menggaruk kepala. Siapa sangka, Queens Park Rangers, Charlton Athletic, dan Swansea City—bukan nama-nama besar—justru menghuni tiga besar klasemen Championship. Sementara di League Two, Bristol Rovers yang sempat terpuruk kini berubah menjadi mesin kemenangan di tangan Steve Evans. Pekan ini, ada lima hal menarik yang layak disorot.

Charlton, yang dijuluki The Addicks, memetik hasil terbaik mereka di kasta kedua dalam 34 tahun terakhir—sejak 2011-12 saat mereka juara League One. Start sempurna mereka baru terhenti pekan lalu setelah ditahan imbang 1-1 di kandang West Bromwich Albion. Kini, mereka akan diuji di kandang Stoke City yang baru saja meraih kemenangan perdana. Sementara QPR menikmati start terbaik sejak 2013-14, ketika mereka mengumpulkan 10 poin di fase yang sama dan akhirnya promosi ke Premier League lewat play-off. Namun, ujian sesungguhnya datang akhir pekan ini saat Middlesbrough bertandang ke Loftus Road.

Di sisi lain, Swansea akan menghadapi rival baru yang sedang naik daun: Wrexham. Laga ini bukan derbi tradisional karena jarak kedua kota mencapai lebih dari 160 kilometer, tapi rivalitas mulai memanas sejak Wrexham promosi ke Championship pada 2025. Kedua tim sama-sama dalam performa apik setelah menang di pertengahan pekan. Sementara itu, derbi Lancashire antara Preston North End dan Blackburn Rovers, serta derbi West Midlands antara Birmingham City dan Wolves, akan menjadi sajian utama. Preston masih belum meraih poin, sedangkan Blackburn belum terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir melawan musuh bebuyutannya itu.

Fokus di Tengah Guncangan Kepemilikan Klub

West Ham United, yang baru kembali ke Championship setelah 14 tahun, akhirnya memetik kemenangan perdana musim ini dengan mengalahkan Wolves 4-2. Namun, di balik lapangan, ada gejolak kepemilikan. Daniel Kretinsky meningkatkan sahamnya menjadi 46%, yang secara efektif menyingkirkan Amanda Staveley dari kursi investor. Derby County juga dilanda masalah serupa setelah rencana pengambilalihan oleh pejabat Saudi, Turki Alalshikh, batal. Untungnya, The Rams juga bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Portsmouth. Pekan ini, kedua tim berharap bisa mengesampingkan gangguan di luar lapangan dan fokus membangun tren positif.

Laga yang paling dinanti adalah pertemuan pertama Sheffield Wednesday dan Peterborough United sejak drama play-off 2023. Saat itu, Wednesday tertinggal 0-4 di leg kedua semifinal, namun berhasil menyamakan agregat 5-5 dan menang adu penalti. Momen itu disebut sebagai comeback terhebat dalam sejarah EFL. Kini, hanya tiga pemain Wednesday yang masih bertahan dari laga itu: Reece James, Liam Palmer, dan Barry Bannan. Wednesday sedang dalam performa bagus di League One, menempati posisi kedua, sementara Peterborough terpuruk di peringkat 18.

Bristol Rovers: Dari Zona Degradasi ke Puncak Klasemen

Kisah transformasi terbaik musim ini mungkin dimiliki Bristol Rovers. Sejak Steve Evans mengambil alih pada Desember 2025, tim yang sempat mencatat 10 kekalahan beruntun dan berada di zona degradasi kini berubah total. Rovers memenangkan 14 dari 18 laga terakhir di semua kompetisi dan mengoleksi 41 poin—terbanyak di divisi tersebut. Setelah kalah di laga pembuka, mereka bangkit dengan tiga kemenangan beruntun dan memuncaki klasemen. "Posisi di tabel tidak terlalu penting saat ini," kata Evans kepada BBC Sport. "Mudah diucapkan ketika berada di atas, tetapi kenyataannya lebih baik memimpin daripada di tempat lain."

Akhir pekan ini, Rovers akan menjamu Rotherham United, klub yang pernah membesarkan nama Evans. Pelatih berusia 63 tahun itu sukses membawa Rotherham promosi beruntun dari League Two ke Championship pada 2012-2014. "Tahun-tahun pertama di Rotherham sangat istimewa," kenangnya. "Saya selalu memiliki rasa cinta untuk klub itu, tetapi hanya sampai di situ. Tugas saya pada Sabtu adalah mengalahkan mereka." Dengan motivasi ganda, Bristol Rovers siap membuktikan bahwa kebangkitan mereka bukan kebetulan.