Stadion San Siro mendadak menjadi saksi ketegangan luar biasa ketika AC Milan nyaris saja membuang keunggulan mutlak atas tamunya. Kemenangan dramatis dengan skor tipis 3-2 justru meninggalkan rasa frustrasi mendalam di ruang ganti, khususnya bagi para pemain kunci yang merasa performa tim sempat hilang arah di paruh kedua pertandingan. Pertandingan yang awalnya berjalan mulus berubah menjadi mimpi buruk menjelang peluit panjang dibunyikan wasit.

Gelontoran gol sempat membuat publik tuan rumah di San Siro bersorak gembira melalui eksekusi penalti Goncalo Ramos, sundulan tajam bek tengah, serta aksi gemilang gelandang asal Prancis. Dominasi Rossoneri terlihat begitu nyata ketika mereka mampu mengurung pertahanan lawan sepanjang babak pertama. Bahkan, keunggulan seharusnya bisa bertambah jika saja penalti kedua tidak mentah di tangan kiper lawan, membuat situasi tampak berada di bawah kendali penuh pasukan tuan rumah.

Adrien Rabiot tidak dapat menyembunyikan kekesalannya usai laga usai. Berbicara kepada Sky Sport Italia, ia secara terbuka mengakui bahwa timnya kehilangan kendali secara misterius setelah tampil luar biasa di paruh pertama. Rasa marah menyelimuti skuad karena mereka nyaris menghancurkan kerja keras yang telah dibangun sejak menit awal, menegaskan perlunya konsistensi dari para pemain yang turun dari bangku cadangan.

Situasi semakin mencekam ketika tim tamu bangkit lewat dua gol balasan cepat yang memicu kepanikan di lini belakang tuan rumah. Beruntung, penyelamatan gemilang di detik-detik akhir menyelamatkan muka tim dari hasil imbang yang memalukan. Penilaian jujur juga datang dari rekan setimnya, Mario Gila, yang sukses mencetak gol pertamanya di kompetisi domestik musim ini melalui sundulan memanfaatkan kemelut sepak pojok.

Gila mengakui bahwa timnya kehilangan kesabaran dan terlalu terburu-buru mengalirkan bola setelah mendominasi jalannya laga selama lebih dari satu jam. Kendati tren positif tetap terjaga di kancah domestik usai rangkaian hasil impresif sebelumnya—termasuk kemenangan telak di ajang Eropa—masalah keroposnya pertahanan ini harus segera dibenahi. Evaluasi total wajib dilakukan agar insiden hampir tersusul tidak terulang pada laga-laga krusial berikutnya di Serie A.