Menjalani karier profesional selama 18 tahun dengan mencatatkan lebih dari 600 penampilan bukanlah pencapaian sembarangan. Toby Alderweireld berhasil merengkuh gelar liga di tiga negara berbeda serta mengoleksi 127 caps bersama tim nasional Belgia. Namun, setiap pemain hebat pasti mengawali kisah mereka dari sebuah titik awal yang penuh ujian berat dan keringat dingin di atas lapangan hijau.

Sebagai produk asli akademi Ajax Amsterdam yang terkenal menelurkan bakat-bakat elite, bek tengah ini mulanya merasa sudah terbiasa bersaing dengan pemain-pemain terbaik di kelompok usianya. Tapi, didikan akademi itu sama sekali tidak menyiapkan mentalnya ketika harus langsung berhadapan dengan dua penyerang paling menakutkan dan berfisik monster dalam satu pertandingan senior yang sama.

Toby Alderweireld

Dilansir dari FourFourTwo, debut tidak resmi mantan bek tangguh Tottenham Hotspur itu terjadi dalam turnamen pramusim Amsterdam Tournament. Saat tim utama Ajax berhadapan dengan Arsenal, tim lapis kedua klub mendapat kesempatan emas untuk meladeni raksasa Serie A, Inter Milan, yang diperkuat Zlatan Ibrahimovic dan Adriano di lini serang.

Pada masa kejayaan tersebut, Ibrahimovic memadukanpostur jangkung 195 cm dengan teknik tingkat tinggi, sementara Adriano ditakuti lewat tenaga ledak dan kaki kiri mematikan. Hanya butuh waktu 20 menit bagi Alderweireld muda untuk menyadari betapa kejamnya sepak bola level senior, bahkan sempat membuatnya berpikir bahwa level tertinggi ini bukan tempat yang cocok untuknya.

Meski sempat merasa terintimidasi dan menganggap benturan fisik itu sebagai hantaman telat ke tembok, pengalaman tersebut justru membentuk mental baja sang bek. Alderweireld bangkit, menyadari kebutuhan untuk menjadi jauh lebih kuat, dan mengubah ujian berat kontra dua penyerang top dunia itu menjadi fondasi kesuksesan sepanjang karier profesionalnya.