Derbi della Madonnina selalu menyimpan tensi panas yang membakar emosi siapa pun di dalam stadion. Di antara ribuan suar dan asap merah yang mengepul pekat pada perempat final Liga Champions 2005, terselip satu momen abadi yang merangkum keras sekaligus indahnya rivalitas abadi antara AC Milan dan Inter Milan di atas rumput hijau San Siro.

Momen tersebut mempertemukan gelandang elegan asal Portugal, Rui Costa, dan bek tangguh Nerazzurri, Marco Materazzi. Di tengah kekacauan, hujan flare, serta amukan tribun penonton yang mulai tak terkendali, keduanya berdiri berdampingan. Sang bek bertubuh gempal tampak menyandarkan sikunya di bahu lawannya, menciptakan kontras visual yang luar biasa antara kebrutalan laga dan ketenangan sesaat.

Pertandingan leg kedua tersebut terpaksa dihentikan wasit pada menit ke-73 setelah suporter Inter melemparkan berbagai objek dan suar ke lapangan. Salah satu proyektil bahkan mengenai dan mencederai bahu kiper AC Milan, Dida, hingga memaksanya mendapatkan perawatan medis akibat luka bakar tingkat pertama. Situasi semakin memanas setelah gol Esteban Cambiasso dianulir oleh pengadil lapangan yang memicu kemarahan masif dari tribun Curva Nord.

Dilansir dari BBC Sport, fotografer Stefano Rellandini mengenang detik-detik ketika dirinya mengabadikan momen legendaris tersebut dari tepi lapangan. Menurutnya, atmosfer malam itu terasa begitu mencekam bagaikan arena perang, di mana ketegangan bertahun-tahun akibat dominasi Rossoneri akhirnya tumpah ruah ke atas lapangan hijau dalam bentuk kekacauan suporter yang tak terbendung.

Akibat insiden memalukan tersebut, UEFA menjatuhkan sanksi berat kepada Inter Milan berupa denda sebesar 132.000 Poundsterling atau sekitar Rp2,6 Miliar, serta kewajiban bermain tanpa penonton dalam empat pertandingan kompetisi Eropa berikutnya. Sementara itu, AC Milan melaju meski akhirnya harus takluk dari Liverpool di final Istanbul yang dramatis.