Badai besar tengah menghantam superstar Kylian Mbappe setelah sejumlah merek komersial asal Negeri Tirai Bambu secara serentak memutus kontrak kerja sama mereka. Keputusan drastis ini diambil menyusul beredarnya sebuah klip wawancara kontroversial yang memicu kemarahan publik di China, di mana penyerang andalan Real Madrid tersebut dituding menyinggung sentimen nasional terkait figur historis mereka.
Dilansir dari ESPN FC, gelombang pemutusan kontrak ini melibatkan setidaknya tiga perusahaan besar pada Selasa waktu setempat. Produsen minuman Dongpeng, raksasa produk susu Mengniu, hingga produsen keju Milkground kompak merilis pernyataan resmi senada yang menegaskan penolakan keras terhadap segala ucapan maupun tindakan yang melukai perasaan nasional masyarakat China.
Kontroversi ini bermula ketika sebuah potongan video wawancara menjelang penampilannya di acara siniar Prancis 'The Bridge' beredar luas di platform X. Dalam rekaman tersebut, Mbappe diminta menyebutkan meme favorit tentang dirinya, yang kemudian dijawab dengan merujuk pada sebuah suntingan gambar wajahnya pada tubuh pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong, seraya menyebutnya sebagai seorang diktator.
La Liga sebagai operator kompetisi tempat sang penyerang bernaung langsung mengambil sikap tegas dengan merilis pernyataan resmi untuk meredakan situasi panas tersebut. Pihak liga menyatakan penyesalan mendalam atas tersinggungnya para penggemar di China, seraya menegaskan bahwa komentar tersebut murni pandangan pribadi dan sama sekali tidak mewakili institusi sepak bola Spanyol.
Menyadari dampak besar dari ucapannya, kapten tim nasional Prancis itu langsung bergerak cepat dengan mengunggah permohonan maaf terbuka melalui akun media sosial pribadinya pada hari Selasa. Ia mengakui bahwa komentarnya kurang pertimbangan dan menyampaikan rasa penyesalan mendalam kepada seluruh masyarakat China serta komunitas Tionghoa di berbagai belahan dunia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang