Kapten Inter Milan, Lautaro Martínez, mengungkapkan dukungannya kepada rekan setimnya di Timnas Argentina, Julián Álvarez, yang gagal meninggalkan Atlético Madrid pada jendela transfer musim panas ini. Martínez mengaku telah menghubungi Álvarez secara pribadi untuk memberikan semangat. "Saya memang berbicara dengannya dan mengirim pesan," ujar Martínez dalam konferensi pers, Senin (2/9/2026). "Saya menunjukkan dukungan penuh karena selain sebagai rekan setim, kami bermain di posisi yang sama dan bersaing untuk tempat di tim nasional, dia juga seorang teman."

Álvarez menjadi sorotan setelah mengajukan permintaan transfer secara publik selama Piala Dunia 2026. Penyerang yang sebelumnya memperkuat Manchester City itu dikaitkan dengan Barcelona dan Arsenal. Namun, Atlético Madrid bersikeras tidak akan bernegosiasi dengan klub mana pun pada musim panas ini. Akibatnya, Álvarez harus bertahan di Metropolitano meski keinginannya untuk pergi sudah terucap. "Saya yakin situasi yang dia alami dan masih dijalani tidak mudah, tetapi keputusan ada di klub dan presiden klub," tambah Lautaro Martínez.

Tekanan dari suporter Atlético Madrid menjadi ujian tersendiri bagi Álvarez. Pada penampilan pertamanya musim ini, ia mendapat cemoohan dan siulan dari fans. Sebelumnya, ia sempat absen selama dua hari latihan dengan alasan sakit menjelang penutupan jendela transfer di Spanyol. Meski demikian, Martínez tetap optimistis. "Saya berharap yang terbaik untuknya. Semoga dia segera pulih dan terus menunjukkan kemampuannya, karena dia pemain brilian -- salah satu yang terbaik di dunia," ujarnya.

Pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone, juga angkat bicara mengenai situasi ini. Pada Jumat lalu, ia berharap pengalaman ini menjadi "pelajaran berharga" bagi Álvarez. Simeone menegaskan akan melakukan segala cara agar pemain berusia 26 tahun itu merasa penting di tim. "Saya akan melakukan segalanya untuk membuatnya merasa penting," kata Simeone. Ia menyadari bahwa menjaga mentalitas pemain setelah transfer yang gagal bukanlah perkara mudah, terutama bagi juara Piala Dunia 2022 tersebut.

Álvarez bergabung dengan Atlético pada Agustus 2024 dengan harga €95 juta (sekitar Rp1,6 triliun) dari Manchester City. Sejak saat itu, ia telah mencetak 49 gol dalam 108 pertandingan untuk Los Colchoneros. Namun, hingga kini ia belum meraih satu pun trofi bersama Atlético Madrid. Pada laga terakhir melawan Athletic Bilbao, Sabtu (31/8/2026), Álvarez masuk sebagai pemain pengganti sebelum menit ke-60 dalam kekalahan 3-0. Itu adalah penampilan pertamanya setelah jendela transfer ditutup.

Keputusan Atlético untuk menahannya bisa jadi bumerang jika Álvarez tidak bisa fokus. Namun, dengan dukungan dari rekan setim seperti Martínez dan pelatih Simeone, ia diharapkan mampu bangkit. Performa Álvarez akan sangat krusial bagi Atlético yang tengah berjuang di La Liga dan Liga Champions. Sementara itu, Martínez sendiri sedang bersiap membela Inter Milan di kompetisi Eropa. Keduanya akan kembali bersatu di Timnas Argentina pada jeda internasional mendatang.

Dilansir dari ESPN FC, situasi Álvarez menjadi cerminan betapa rumitnya dinamika transfer di sepak bola modern. Klub memiliki kuasa penuh untuk menahan pemain, sementara hasrat pemain untuk pindah sering kali harus terhenti oleh kebijakan klub. Kini, Álvarez dituntut profesional dan membuktikan kualitasnya di lapangan, meski hatinya mungkin masih belum sepenuhnya di Madrid.