Duel sengit tersaji di markas Manchester City ketika Paris Saint-Germain bertandang dalam lanjutan Liga Champions. Pelatih Luis Enrique secara terbuka mengakui bahwa timnya nyaris menelan kekalahan, meski sempat unggul telak tiga gol tanpa balas saat babak pertama baru saja usai di Stadion Etihad.
Dominasi total diperlihatkan Les Parisiens pada paruh pertama pertandingan melalui penampilan taktikal yang brilian. Namun, situasi berubah drastis di babak kedua ketika mesin gol tuan rumah, Erling Haaland, mengamuk dan sukses mencetak dua gol untuk memperkecil ketertinggalan City. Tekanan bertubi-tubi membuat lini belakang tim tamu kocar-kacir, bahkan sempat mengenai tiang gawang dan gagal mengeksekusi penalti.
Selepas pertandingan yang berakhir dengan skor 4-2 tersebut, Luis Enrique tidak menutup-nutupi rasa cemasnya di ruang ganti saat turun minum. Juru taktik asal Spanyol itu menilai keunggulan margin besar di paruh pertama justru kerap menjadi bumerang psikologis bagi para pemainnya karena merasa laga telah dimenangkan lebih awal.
Bagi sang pelatih, performa impresif di fase grup Liga Champions ini bukanlah tolok ukur utama dalam mengarungi ketatnya kompetisi musim ini. Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah menjadi yang terbaik ketika musim benar-benar berakhir pada bulan Mei mendatang, alih-alih sekadar tampil superior di bulan Oktober.
Kini, tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata bagi raksasa Prancis tersebut untuk menghadapi ujian berat kontra Barcelona di Parc des Princes. Dilansir dari ESPN FC, ambisi besar untuk mempertahankan trofi Eropa dan menyamai catatan sejarah terus digelorakan di tengah ketatnya persaingan papan atas.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang