Badai krisis yang menghantam Manchester United semakin tak terkendali setelah mereka harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor 2-0. Kekalahan menyakitkan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi sembilan pertandingan beruntun di semua kompetisi, sebuah rekor negatif terburuk sejak 1988 yang membuat posisi mereka di kasta tertinggi kini berada di ujung tanduk ancaman degradasi.
Situasi di atas lapangan semakin memperburuk beban pelatih Michael Carrick yang tengah berada di bawah tekanan besar. Dalam laga ini, Carrick sempat mencatatkan keputusan penting dengan kembali memainkan kapten tim setelah sebelumnya sempat dicadangkan akibat kritik terbuka terhadap taktik sang juru taktik pasca kekalahan dari Como. Meski tampil cukup menjanjikan di paruh pertama, lini serang tim tamu kembali menunjukkan taring yang tumpul.
Peluang emas yang didapatkan lewat kreasi serangan gagal dimaksimalkan dengan baik, termasuk peluang matang yang dibuang begitu saja ketika dalam posisi tidak terkawal di depan gawang. Kelengahan lini belakang pada awal babak kedua langsung dihukum tuntas oleh tuan rumah, ketika pertahanan yang statis gagal membendung laju serangan cepat lawan hingga terciptanya gol pembuka yang mengubah momentum pertandingan secara drastis di Stamford Bridge.
Petaka bagi Setan Merah mencapai puncaknya ketika bek tengah Lisandro Martinez diganjar kartu kuning kedua berujung kartu merah oleh pengadil lapangan. Berdasarkan tinjauan VAR, sang pemain dianggap melakukan pelanggaran dengan mengangkat tangan ke arah wajah lawan di area terlarang, hanya berselang tiga menit setelah kartu kuning pertamanya, yang sekaligus membuahkan hadiah penalti bagi tim lawan.
Eksekusi penalti yang sukses disarangkan dengan sempurna oleh gelandang tuan rumah langsung menggandakan keunggulan dan memupus sisa harapan tim tamu untuk bangkit di sisa waktu pertandingan. Dilansir dari Sky Sports, hasil minor ini membuat posisi Setan Merah kini hanya berjarak tipis satu poin saja dari zona degradasi Premier League, menyisakan pekerjaan rumah yang sangat berat bagi jajaran pelatih untuk segera keluar dari tren negatif.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang