Kurasi taktik Michael Carrick kembali menuai sorotan tajam setelah Manchester United menelan kekalahan pahit 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge. Tren negatif ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi sembilan pertandingan beruntun di semua kompetisi. Situasi pelik tersebut kontan membuat posisi kursi kepelatihan goyah dan memicu kekhawatiran nyata soal ancaman degradasi, mengingat mereka baru mengemas tujuh poin dari sembilan laga pembuka Premier League musim ini.
Pertandingan sebenarnya berjalan cukup imbang pada paruh pertama di mana kedua kubu saling jual-beli serangan. Matheus Cunha dan Estêvão sempat merasakan 45 menit yang menegangkan setelah gol mereka dianulir wasit akibat posisi offside. Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk mutlak bagi tim tamu ketika kerapuhan lini belakang kembali terekspos secara nyata. Morgan Rogers memecah kebuntuan tuan rumah lewat aksi individu brilian lima menit pasca-jeda, memperdaya barisan pertahanan lawan sebelum melepaskan tendangan cungkil terukur.
Petaka kian menjadi-kejadian ketika bek tengah Lisandro Martínez diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua. Pemain asal Argentina itu diganjar kartu merah setelah VAR mendapati sikunya mengenai wajah Wesley Fofana saat situasi sepak pojok. Sambil berjalan gontai menuju terowongan Stamford Bridge, Martínez sama sekali tidak menunjukkan interaksi dengan sang juru taktik. Kehilangan satu pemain membuat struktur permainan runtuh seketika dan memberi keleluasaan bagi lawan untuk mengontrol jalannya sisa laga.
Tak lama berselang, Chelsea menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti dingin dari Cole Palmer. Meski kiper Senne Lammens sempat membaca arah bola dan mengenai kedua tangannya, si kulit bulat tetap bersarang deras ke dalam gawang setelah membentur tiang. Sorotan cemoohan dari tribun suporter tuan rumah terus menghujani area teknis tempat sang pelatih berdiri meratapi nasib tim asuhannya. Beruntung bagi Setan Merah, gol tambahan dari Estêvão di masa injury time dianulir wasit, sementara peluang emas Bryan Mbeumo masih mampu dimentahkan kiper Mike Penders.
Rekor buruk klub kini menyamai catatan kelam sejarah masa lalu ketika mereka melewati sepuluh laga tanpa kemenangan, sebuah krisis yang terakhir kali dirasakan pada musim 1977-1978 dan 1961-1962. Tekanan luar biasa ini menuntut keajaiban cepat dari ruang ganti pemain. Tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata tatkala skuad harus segera bangkit untuk menghadapi AS Roma dalam ajang Liga Champions pada pertengahan pekan mendatang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang