Perjalanan pebalap muda Indonesia, Mario Aji, di ajang Moto2 2026 ternyata tidak berjalan mulus. Mengarungi musim ketiganya di kelas intermediate, pebalap andalan Honda Team Asia ini mengakui bahwa performanya mengalami dinamika naik turun yang cukup menguji mental serta fisik di atas lintasan balap.
Dilansir dari CNN Indonesia, pebalap berusia 22 tahun tersebut membeberkan secara terbuka mengenai hambatan besar yang dihadapinya musim ini. Masalah utama yang mendera sang rider ternyata bukan terletak pada kecepatan murni saat memacu kuda besi, melainkan aspek teknis balap yang lebih mendalam usai pulih dari cedera.
Cedera sempat menghantam awal musim kompetisi, yang kemudian berdampak langsung pada kemampuan teknis membalapnya di atas lintasan. Meski kecepatan di atas motor sebenarnya masih sangat kompetitif, dirinya kesulitan menerjemahkan potensi tersebut menjadi hasil balapan yang konsisten setiap akhir pekan.
Kendala spesifik yang dirasakan berkaitan erat dengan racecraft serta manajemen berkendara yang belum kembali optimal. Situasi pelik ini membuat torehan poin serta target ambisius yang dicanangkannya sejak awal tahun masih belum sesuai dengan harapan tim manajerial.
Kendati demikian, secercah harapan mulai terlihat jelang fase akhir musim balap tahun ini. Perubahan strategi bersama tim mulai membuahkan hasil positif, di mana dirinya merasa semakin menyatu dengan motor seiring bertambahnya jumlah lap yang dilibas di sisa seri.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang