Stadion di Amsterdam mendadak hening ketika Atalanta harus menelan pil pahit kekalahan 0-2 dari Ajax dalam laga kompetisi Eropa. Meski pulang dengan kepala tertunduk, pelatih Maurizio Sarri justru melihat banyak hal positif yang bisa dibawa pulang oleh timnya. Pertandingan yang berjalan ketat itu sebetulnya berada dalam kendali La Dea hingga menit-menit akhir babak kedua.
Dua gol kemenangan Ajax tercipta akibat kesalahan fatal di lini belakang yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah. Gol pertama lahir ketika bek muda akademi Relja Obric gagal menghalau bola panjang dari Tolu Arodokare, disusul lesakkan keras Abdella Ouazane dari sudut sempit. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi Obric yang sebelumnya juga sempat melakukan kesalahan krusial saat menghadapi AC Milan di pentas Serie A.
Meski begitu, pelatih berpengalaman asal Italia tersebut enggan menyalahkan para pemain mudanya secara berlebihan. Dilansir dari Football Italia, juru taktik berusia matang itu menegaskan bahwa performa tim secara keseluruhan sudah menunjukkan tempo serta intensitas yang layak di level Eropa. Kegagalan mengonversi sejumlah peluang emas melalui skema serangan balik menjadi evaluasi utama ketimbang masalah di sektor pertahanan.
Krisis cedera yang melanda lini belakang dengan absennya empat bek tengah utama turut memperparah situasi La Dea musim ini. Namun, pelatih tidak ingin menjadikan badai cedera sebagai alibi atas lini depan yang kurang tajam. Kegagalan memaksimalkan situasi tiga lawan dua tanpa berbuah satupun tembakan tepat sasaran ke gawang Marc-Andre ter Stegen menjadi sorotan tajam bagi sang juru taktik.
Hasil minor ini memaksa klub segera berbenah untuk mengembalikan ketajaman lini serang sekaligus memperkokoh lini pertahanan. Para pendukung yang datang langsung tentu merasa kecewa, namun skuad harus segera bangkit dan menatap laga berikutnya di kompetisi domestik maupun Eropa dengan kepala tegak.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang