Penantian panjang selama 34 tahun akhirnya terbayar lunas ketika klub Norwegia, Viking FK, melangkah ke panggung utama Eropa. Setelah sempat terpuruk dan terdegradasi ke kasta kedua pada tahun 2017, klub asal Stavanger ini bangkit dengan cara yang luar biasa hingga berhak merasakan atmosfer ketat Liga Champions musim ini. Perjalanan magis tersebut kini membawa mereka melawat ke markas Aston Villa, menyusul hasil imbang dramatis 3-3 saat menghadapi raksasa Jerman Bayern Munich di laga sebelumnya.

Di balik kesuksesan besar ini, terdapat kisah unik yang jarang ditemui di sepak bola modern, yakni penggunaan pelatih kepala ganda. Mantan asisten pelatih Morten Jensen dan Bjarte Lunde Aarsheim secara bersamaan mengambil alih kendali tim pada tahun 2021 dan sukses mempersembahkan gelar juara liga musim lalu. Bagi Aarsheim dan Jensen, yang sejak kecil merupakan pendukung setia klub, menangani Viking ibarat melatih tim top dunia. Mereka berani tampil beda dan menolak menjadi replika dari klub lain, sebuah perjudian taktik yang terbukti berbuah manis di kompetisi domestik maupun Eropa.

Kapten tim, Zlatko Tripic, menjadi simbol utama dari kebangkitan klub sejak bergabung pada tahun 2018 ketika tim masih bermain di divisi kedua. Penyerang berpengalaman ini bahkan sempat mengungkapkan rasa bangganya yang luar biasa setelah membawa timnya menahan imbang Bayern Munich lewat gol di menit-menit akhir. Dilansir dari BBC Sport, sang kapten menegaskan bahwa dirinya telah menunggu momen spesial ini seumur hidupnya demi melihat klub kebanggaannya kembali berdiri di jajaran atas sepak bola benua biru.

Perjalanan menakjubkan ini tentu tidak diraih dalam semalam. Selepas terdegradasi akibat salah mengelola finansial dan membeli pemain yang tidak tepat, klub memutuskan kembali ke akar dengan mengandalkan talenta akademi lokal serta menghindari ketergantungan pada suntikan dana dari investor kaya. Hasilnya, mereka tidak hanya menjuarai Piala Norwegia 2019, tetapi juga konsisten bersaing di papan atas hingga akhirnya mengakhiri puasa gelar liga yang telah berlangsung sejak tahun 1991 silam.

Kini, tantangan berat sudah menanti di depan mata dengan rangkaian laga tandang melawan klub-klub elite benua Eropa. Kendati demikian, seluruh elemen klub mulai dari suporter, pemain, hingga jajaran pelatih menikmati setiap detik petualangan ini sebagai sebuah pesta sepak bola yang telah lama mereka dambakan. Kebangkitan Viking FK membuktikan bahwa dengan kerja keras, identitas lokal yang kuat, dan keberanian untuk mendobrak tradisi, sebuah tim dapat menulis ulang sejarah kejayaan mereka dari abu kehancuran.