Badai kritik yang menerpa Manchester United rupanya tidak membuat Michael Carrick merasa cemas akan masa depannya di kursi kepelatihan. Di tengah puasa kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir serta catatan start Liga Inggris terburuk dalam 40 tahun terakhir, sang manajer menegaskan dirinya sama sekali tidak terkejut karena masih dipercaya memimpin tim.

Tekanan masif sempat mengarah ke Carrington menyusul kekalahan telak 3-0 dari Bournemouth di Old Trafford akhir pekan lalu. Manajemen klub bahkan harus menggelar serangkaian rapat darurat pada hari Senin untuk mengevaluasi situasi. Namun, alih-alih memecat juru taktik berusia 45 tahun itu, para petinggi klub justru memutuskan untuk mempertahankan posisinya jelang lawatan krusial ke markas Chelsea di ajang Premier League akhir pekan ini.

Menanggapi rumor pemecatan yang santer beredar, mantan gelandang Setan Merah ini dengan tegas menyatakan bahwa fokus utamanya hanyalah bekerja keras memperbaiki performa skuad. Ia mengaku tidak pernah meminta jaminan keamanan jabatan dari para petinggi klub karena sangat memahami risiko dan tanggung jawab besar yang melekat pada posisinya saat ini.

"Saya di sini untuk melakukan pekerjaan saya bagi tim. Saya sangat bertekad membuat kami berkembang dan memperbaiki keadaan, jadi saya tidak terkejut," ungkap sang pelatih dalam sesi konferensi pers, seperti dilansir dari ESPN FC. Suasana di stadion memang sempat berbeda dari biasanya usai rentetan hasil negatif, tetapi ia memilih mencurahkan seluruh energi untuk mencari solusi taktik.

Lebih lanjut, pelatih yang meneken kontrak dua tahun pada musim panas lalu ini memilih menutup telinga dari kebisingan di luar lapangan. Ia menegaskan bahwa satu-satunya hal yang benar-benar ia pedulikan adalah perasaan para suporter dan atmosfer di dalam stadion, alih-alih memikirkan kritik tajam media atau tekanan eksternal yang terus berdatangan.