Pemecatan Erik ten Hag dari kursi kepelatihan Manchester United ternyata menyisakan luka mendalam dan rasa kekecewaan yang luar biasa. Sang juru taktik asal Belanda itu akhirnya blak-blakan mengenai akar masalah yang memicu keretakan hubungannya dengan manajemen klub, yang berujung pada pemecatannya pada Oktober 2024 lalu.
Dalam wawancara panjang bersama media, Ten Hag mengungkapkan bahwa titik balik kehancuran hubungan mereka adalah ketika klub mengingkari janji transfer. Manajemen Setan Merah secara sepihak melepas gelandang andalan mereka ke Liga Italia, langkah yang dinilai mencederai komitmen awal perpanjangan kontrak sang pelatih pada musim panas 2024.
Kekecewaan terbesar Ten Hag tertuju pada penjualan Scott McTominay ke klub Serie A Napoli dengan mahar sekitar Rp518 Miliar (€30,5 Juta). Padahal, dalam pertemuan liburan di Ibiza, kedua belah pihak sudah sepakat untuk mempertahankan sang pemain jebolan akademi yang memiliki mentalitas luar biasa dan insting mencetak gol vital bagi tim.
Bagi pelatih berkepala plontos itu, penjualan McTominay tidak hanya merusak rencana taktik di lapangan, tetapi juga menghancurkan kepercayaan terhadap janji loyalitas manajemen. Kehilangan sosok penengah lini tengah yang bernaluri tajam ini membuat lini serang Setan Merah kehilangan dimensi penting dalam mendulang gol krusial sepanjang musim.
Ironisnya, kepindahan ke Italia justru menjadi berkah bagi sang pemain tim nasional Skotlandia tersebut. Ia menjelma sebagai bintang lapangan hijau di Serie A dan membawa klub barunya meraih Scudetto, sementara hubungan Ten Hag dan Old Trafford harus berakhir tragis beberapa bulan berselang akibat rentetan hasil buruk.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang