Persaingan awal musim Super League 2026/2027 langsung menghadirkan drama panas setelah Persib Bandung untuk sementara tertinggal lima poin dari sang rival abadi, Persija Jakarta, di papan klasemen. Pasukan Maung Bandung baru saja mendulang tujuh poin dari empat pertandingan awal, menyusul hasil imbang 2-2 saat menghadapi Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang.

Hasil tersebut menempatkan skuad asuhan Igor Tolic di peringkat kedelapan klasemen sementara, tertinggal jauh dari Macan Kemayoran yang kokoh di puncak dengan perolehan sempurna 12 poin usai membungkam PSIM Yogyakarta 4-0. Situasi ini langsung memunculkan pertanyaan besar di kalangan pendukung, apakah dominasi sang juara bertahan kini benar-benar telah habis?

Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa start lambat bukanlah hal asing bagi Maung Bandung dalam beberapa musim terakhir. Pada pekan keempat Super League musim 2025/2026, klub kebanggaan Jawa Barat ini bahkan sempat tertinggal enam poin dari Persija yang memimpin klasemen pada periode yang sama.

Situasi serupa juga terjadi pada musim 2024/2025 ketika tertinggal empat poin di papan tengah, bahkan sempat terperosok ke zona degradasi pada awal musim 2023/2024 sebelum akhirnya keluar sebagai juara liga. Pola berulang ini membuktikan bahwa posisi di awal kompetisi sama sekali belum bisa menjadi acuan pasti bagi hasil akhir.

Potensi kebangkitan masih terbuka lebar bagi Pangeran Biru seiring dengan panjangnya perjalanan kompetisi musim ini. Di sisi lain, jarak poin yang tercipta menjadi alarm pengingat bagi Persija agar tidak lekas besar kepala menghadapi ketatnya persuaran liga.