Sebuah pertempuran abadi di dunia sepak bola kembali memanas di media sosial setelah pemilihan umum masif digelar untuk menentukan versi pemain paling berdampak dalam sejarah peraih trofi individu paling bergengsi. Dilansir dari Marca, inisiatif global ini sukses menyita perhatian publik setelah melibatkan jutaan suara dari berbagai penjuru dunia demi mencari performa paling ikonik dari para legenda lapangan hijau.

Sorotan utama tentu saja tertuju pada rivalitas abadi antara dua megabintang era modern. Di akhir batas waktu pemungutan suara, pendukung Cristiano Ronaldo tumpah ruah dan berhasil mengantarkan sang penyerang mengungguli sang rival abadi, Lionel Messi. Penyerang gaek asal Portugal ini dinobatkan sebagai yang terbaik dan menyabet predikat simbolis BOAT atau Best of All Time dalam jajak pendapat digital tersebut.

Kemenangan populer ini tidak lepas dari memori gemilang musim 2008 ketika sang pemain masih berseragam Manchester United. Pada periode tersebut, ia tampil beringas dengan mencetak 31 gol di liga domestik serta membawa klubnya merajai Inggris dan Eropa. Publik sepak bola menilai performa luar biasa itu bahkan mengalahkan musim legendaris Messi pada tahun 2012 silam.

Meskipun pihak penyelenggara telah mengklarifikasi bahwa ajang ini bukanlah gala resmi yang diakui FIFA ataupun memberikan trofi fisik tambahan, gaungnya tetap mendunia. Segala pencapaian dan reaksi dari sang pemain langsung dinantikan oleh para pengikut setianya di berbagai belahan bumi yang merayakan momen bersejarah tersebut.

Alih-alih memberikan pidato panjang atau menanggapi secara langsung, pemain bintang yang kini membela Al-Nassr itu justru memilih merespons dengan cara khasnya. Melalui akun media sosial pribadinya, ia membagikan potret sesi latihan harian dengan menyertakan satu kata singkat namun sarat makna, yaitu "Preparing".

Unggahan misterius tersebut sontak memicu ribuan interaksi dan ditafsirkan sebagai cerminan mentalitas kompetitifnya yang tidak pernah padam. Di tengah gempuran pujian dan perdebatan tiada akhir dari para pengamal taktik maupun suporter, sang penyerang memilih fokus menjaga kebugaran fisik demi menatap tantangan selanjutnya di atas lapangan.