Pebalap bintang Marc Marquez masih harus hidup berdampingan dengan masalah fisik serius pada bagian bahu kanan yang belum pulih secara sempurna. Kendati demikian, pebalap berjuluk The Baby Alien tersebut memiliki cara dan ritual tersendiri agar tetap mampu tampil kompetitif di lintasan balap dan menjaga peluangnya dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.

Masalah pada bahu kanan pebalap asal Spanyol ini berawal dari insiden kecelakaan parah yang terjadi pada ajang MotoGP Indonesia tahun lalu. Ia menderita fraktur bahu kanan yang rumit hanya berselang beberapa hari setelah memastikan gelar juara dunia ketujuhnya, yang kemudian berlanjut pada gangguan saraf di awal musim 2026 hingga mengharuskannya naik meja operasi pada bulan Mei lalu.

Riwayat cedera pada area tersebut memang telah menghantui sepanjang karier profesionalnya, termasuk insiden patah tulang humerus di GP Spanyol 2020 serta gaya balapan agresif yang kerap ia peragakan. Kondisi fisik yang rapuh ini menuntut Jorge Martin dan para rival terdekatnya di klasemen untuk tetap mewaspadai ancaman nyata dari sang juara dunia berpengalaman tersebut setiap akhir pekan balapan.

Untuk menyiasati masalah saraf dan otot yang belum sepenuhnya stabil, Marquez mewajibkan diri menjalani pemanasan ketat sebelum turun ke trek. Ia menjelaskan bahwa metode pemanasan konvensional seringkali membuat tubuhnya kembali mendingin saat balapan dimulai, sehingga ia memerlukan pendekatan taktis baru yang lebih efektif untuk menjaga kondisi fisiknya tetap panas.

Metode spesifik yang terbukti sukses ia terapkan di Motegi adalah melakukan beberapa kali gerakan push-up hanya berselang lima menit sebelum lampu start padam. Strategi fisik tersebut terbukti ampuh membantunya menyapu bersih kemenangan di sprint race maupun balapan utama MotoGP Jepang, sekaligus memangkas selisih poin di klasemen sementara.

Kini, persiapan maksimal tersebut akan diuji kembali saat Marquez menghadapi rangkaian MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Seri krusial ini diprediksi akan menjadi penentu jalannya persaingan gelar juara dunia kelas premier musim ini.