Kabar duka datang dari arena olahraga nasional ketika seorang atlet pencak silat asal Kota Semarang harus menghembuskan napas terakhirnya usai menjalani tindakan medis. Tragedi ini langsung memicu perhatian publik setelah insiden tersebut dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit yang menangani proses pemulihan sang atlet muda.
Ayudiah Rivana Tridiandinata, atlet pencak silat yang berlaga di ajang Porprov Jawa Tengah, awalnya masuk melalui Instalasi Gawat Darurat pada Senin (26/10) akibat mengalami cedera patah tulang jari tengah saat bertanding. Pihak medis langsung bergerak cepat dengan menjadwalkan tindakan operasi kecil pada hari Selasa (27/10) demi memulihkan kondisi fisik sang atlet.
Direktur RS Primaya Semarang, dr Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa prosedur pembedahan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pasien bahkan sempat sadar penuh, kembali ke ruang perawatan dalam keadaan stabil, dan masih bisa beraktivitas ringan seperti menggunakan telepon genggam sebelum beristirahat malam.
Namun, situasi berubah drastis ketika petugas medis melakukan pemeriksaan rutin dini hari. Pada pukul 03.00 WIB, pasien masih terpantau bernapas normal dalam posisi tidur, namun saat dibangunkan pada pukul 05.30 WIB, nyawanya sudah tidak tertolong di hadapan pihak keluarga yang menunggunya.
Hingga saat ini, pihak rumah sakit menegaskan bahwa seluruh rangkaian protokol medis mulai dari pemeriksaan awal hingga pasca-operasi telah dijalankan sesuai prosedur ketat. Manajemen rumah sakit masih terus menyusun investigasi mendalam untuk memastikan faktor pasti di balik kepergian tragis sang atlet.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang