Media Jepang akhirnya buka suara menanggapi rumor kencang yang menyebut pelatih tim nasional mereka, Hajime Moriyasu, bakal merapat ke negeri tetangga untuk menangani skuad Harimau Malaya. Isu kepindahan juru taktik berpengalaman ini sempat menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter sepak bola Asia Tenggara dalam sepekan terakhir, menyusul situasi kursi kepelatihan Malaysia yang masih diisi pelatih sementara.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebelumnya sempat merespons kabar burung tersebut dengan menyatakan bahwa belum ada keputusan final mengenai masa depan sang pelatih. Namun, laporan dari media lokal Jepang, Nikkan Gendai, justru membeberkan fakta sebaliknya yang mendinginkan atmosfer panas bursa transfer pelatih ini. Disebutkan bahwa arsitek berusia 58 tahun tersebut sama sekali tidak tertarik untuk menerima pinangan tim nasional Asia Tenggara, termasuk Malaysia.

Lebih lanjut, laporan tersebut mengungkap alasan di balik keengganan sang pelatih melanjutkan karier di level timnas setelah kontraknya bersama Jepang berakhir. Karakter kepelatihan Moriyasu dinilai lebih cocok menangani klub harian ketimbang timnas yang hanya berkumpul beberapa kali dalam setahun. Menurut media tersebut, sang juru taktik lebih menikmati proses melihat pertumbuhan langsung para pemain setiap harinya di tempat latihan.

Ambisi besar lain yang tengah diincar oleh sang pelatih setelah ajang Piala Asia adalah menembus kompetisi Eropa. Media Sakanowa turut memperkuat spekulasi ini dengan menyebutkan bahwa prospek melatih timnas Asia Tenggara sangat bertolak belakang dengan jalur karier dan target ambisius yang sedang dicanangkannya saat ini. Lingkaran sepak bola Jepang menyadari bahwa impian utamanya adalah mencatatkan sejarah sebagai pelatih asal Jepang pertama yang sukses menukangi sebuah klub Eropa.

Situasi ini praktis memupuskan harapan publik sepak bola Malaysia yang mendambakan sentuhan magis sang pelatih bertangan dingin. Di tengah ketatnya persaingan ketat Malaysia dalam memperbaiki prestasi skuad nasional mereka, pencarian figur pelatih permanen yang ideal dipastikan masih akan terus berlanjut tanpa kehadiran sang pelatih Samurai Biru.