Keputusan besar diambil oleh Mathew Baker dalam perjalanan karier sepak bolanya di usia muda. Pemain berdarah campuran ini secara tegas memilih untuk membela Timnas Indonesia ketimbang memenuhi panggilan dari negara tempat kelahirannya, Australia, demi mengejar mimpi mengenakan jersey Merah Putih di kancah internasional.

Pemain kelahiran Australia yang memiliki darah Indonesia dari sang ibu asal Jakarta bermarga Sitorus ini menceritakan awal mula penolakan tersebut. Pada tahun 2024, ia mulai mendapatkan tempat di skuad Garuda kelompok usia muda sebelum akhirnya mengabaikan panggilan resmi dari timnas junior Australia pada bulan Agustus demi mempertahankan posisinya bersama tim Merah Putih.

Pengalaman memperkuat skuad Garuda memberikan kesan emosional yang mendalam dan tidak terlupakan bagi sang pemain muda. Menurutnya, atmosfer pertandingan saat membela Timnas Indonesia sangat berbeda dibandingkan laga sepak bola pada umumnya karena memiliki ikatan emosional yang jauh lebih kuat dan membanggakan di atas lapangan hijau.

Meski mencintai kedua negara tempat latar belakang keluarganya berasal, ia menyimpan ambisi tersendiri jika kelak dipertemukan dengan tim junior maupun senior Australia di atas lapangan. Keinginan besar untuk mengalahkan negara tempat lahirnya tersebut menjadi salah satu motivasi tambahan dalam mengarungi ketatnya persaingan di level internasional.

Perkembangan kariernya semakin pesat setelah mendapat kepercayaan tampil di level senior dan berlatih di bawah arahan pelatih John Herdman. Catatan sejarah pun ditorehkan saat ia tampil membela skuad Garuda melawan Oman pada usia 17 tahun 23 hari, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah mencatatkan penampilan bersama tim senior.