Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) resmi menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino dan menyatakan tidak akan memilihnya kembali sebagai presiden FIFA pada pemilihan yang dijadwalkan awal 2027. Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO SFA, Ian Maxwell, kepada BBC Sport, Jumat (17/8/2026).
Langkah SFA ini sejalan dengan sikap 55 asosiasi anggota UEFA yang sebelumnya telah menyatakan kurang percaya pada kepemimpinan Gianni Infantino. “Posisi SFA sudah jelas sejak 55 asosiasi UEFA bertemu. Kami sejalan dengan UEFA, dan 55 negara lebih kuat daripada satu suara. SFA tidak akan memilih Gianni Infantino pada pemilihan ulang nanti,” tegas Maxwell.
Keputusan ini menambah daftar panjang penolakan terhadap Infantino, setelah Asosiasi Sepak Bola Inggris, Wales, dan Republik Irlandia lebih dulu menyatakan hal serupa. Tekanan semakin memuncak setelah FairSquare, organisasi nirlaba yang mengkampanyekan akuntabilitas olahraga, menulis surat ke komite tata kelola FIFA agar Infantino dinyatakan tidak layak maju lagi.
FairSquare mempertanyakan dasar hukum masa jabatan Infantino yang sudah tiga periode dan berpotensi menjadi empat periode pada Maret 2027. Jika terpilih, Infantino akan memimpin FIFA hingga 15 tahun, melanggar batas maksimal 12 tahun. Padahal, pada 2022 Infantino pernah sukses berargumen bahwa masa jabatan 2016-2019 tidak dihitung karena kurang dari empat tahun, sehingga ia diizinkan maju lagi di 2027.
Kontroversi lain datang dari rencana FIFA yang sempat ingin membentuk perusahaan baru untuk mengelola hak komersial dan tiket semua kompetisi, termasuk Piala Dunia. Rencana yang dikenal sebagai FIFA Forward Enterprise (FFE) itu akhirnya dibatalkan setelah mendapat kritik keras dari UEFA dan konfederasi lain. UEFA bahkan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA.
Dalam surat terbuka pekan lalu, UEFA, Concacaf, dan AFC menuduh FIFA dan Infantino “menghancurkan kepercayaan melalui penipuan”. Mereka menilai integritas sepak bola dan para pemimpinnya menjadi taruhan utama. Meski tidak menyebut nama Infantino secara langsung, sumber BBC Sport menyebut surat tersebut bisa dibaca sebagai ajakan agar Infantino mundur dengan hormat.
Hingga kini belum ada kandidat yang berani menantang Infantino, dengan tenggat 18 November sebagai batas akhir pencalonan. Dukungan terhadap Infantino masih terpecah: konfederasi Afrika, Amerika Selatan, dan Oseania mendukungnya, namun di internal mereka pun terjadi perpecahan. Di Oseania, Selandia Baru menolak mengikuti arahan konfederasi, sementara di Concacaf, Meksiko, Grenada, dan St Kitts and Nevis justru memihak Infantino. Di Asia, delapan negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Sri Lanka juga memilih mendukungnya.
Ujian pertama ancaman UEFA akan terlihat dalam Piala Dunia Wanita U-20 yang digelar di Polandia akhir bulan ini, yang diikuti lima negara Eropa termasuk Inggris. Pertarungan politik di FIFA kini memasuki babak yang paling menegangkan, dan sulit memprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang